Kawasan Agam, Sumatera Barat, diguncang gempa bukan cuma sekali, tapi dua kali berturut-turut. Getaran pertama berkekuatan 4,6 magnitudo, disusul tak lama kemudian oleh gempa 4,7 magnitudo. Kejadian ini tentu saja bikin warga setempat panik.
Afrida, salah seorang warga Lubuk Basung, menggambarkan kepanikan itu. Saat itu ia sedang berkumpul bersama keluarganya di rumah.
"Kami sekeluarga panik keluar rumah saat gempa terjadi, ternyata tetangga juga pada berhamburan keluar rumah," ujarnya.
Menurut ceritanya, getaran pertama masih bisa mereka hadapi di dalam rumah. Tapi gempa susulan yang datang beberapa menit kemudian terasa jauh lebih keras. Rasa khawatir langsung menyergap.
"Saya dan keluarga langsung keluar dari rumah, karena khawatir rumah ambruk," tambah Afrida.
Data teknisnya, gempa pertama terjadi pukul 09.11 WIB dengan pusat di 18 kilometer timur laut Agam. Kedalamannya sekitar 10 kilometer. Hanya berselang empat menit, bumi kembali bergetar dengan kekuatan yang sedikit lebih besar.
Di sisi lain, kabar baik datang dari pihak berwenang. Abdul Ghafur, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau rumah yang serius.
"Tidak ada laporan kerusakan bangunan dan kita masih melakukan pendataan," jelas Ghafur.
Meski begitu, timnya di lapangan tak lantas berpangku tangan. Mereka aktif melakukan pendataan ke setiap pemerintah nagari untuk memastikan tidak ada dampak yang terlewat. Situasi memang sudah mereda, tapi kewaspadaan tetap dijaga.
Artikel Terkait
Pengamat Soroti Reformasi Kultural sebagai Inti Perubahan di Tubuh Polri
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid
Istri Tersangka Korupsi Bupati Bekasi Diperiksa KPK
Batalyon Arhanud 21 Pasgat Jadi Perisai Terakhir Objek Vital TNI AU