Pria yang dikenal sebagai pengasuh Ponpes Ar-Rahman Basyaiban ini diduga menerima aliran dana tak kurang dari Rp 20 miliar. Uang itu diduga kuat terkait pembelian lahan oleh BUMD.
Tapi yang bikin heboh justru pengakuannya. Dalam sejumlah kesempatan, termasuk lewat video yang kini beredar, Gus Yazid menyebut-nyebut nama sejumlah perwira tinggi TNI. Dari panglima hingga jenderal di bawahnya.
Dia mengaku pertama kali menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari Letnan Jenderal TNI Widi Prasetijono, yang saat itu masih menjabat Pangdam IV/Diponegoro. Setelah itu, ada enam kali penerimaan lagi yang totalnya mencapai Rp 18 miliar.
Tak berhenti di situ. Gus Yazid juga mengungkap penerimaan uang tunai dari Novita, yang disebut-sebut sebagai istri Letjen Widi. Nominalnya bervariasi, antara Rp 1 hingga 2 miliar setiap kali penyerahan.
Setelah menjalani pemeriksaan panjang di Kejati Jateng pada Rabu, 24 Desember 2025, pria itu akhirnya keluar dengan mengenakan rompi tahanan. Langsung dibawa ke Lapas Kedungpane, Semarang, untuk mendekam.
Video-video pernyataannya sebelum ditahan pun ramai beredar, memperlihatkan pengakuan yang blak-blakan itu.
Artikel Terkait
Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Global, tapi Harga Masih Ditentukan Luar Negeri
Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut
Ragnar dan Verdonk Pulang Bareng ke Eropa, Bawa Misi Berbeda ke Klub Masing-masing
Malaysia dan Filipina Gagal Lolos, Empat Wakil ASEAN Siap Berlaga di Piala Asia 2027