Mereka juga membuka kesempatan bagi relawan. Terutama untuk membantu di Kecamatan Tebing Tinggi, yang dilaporkan mengalami dampak paling parah.
“Kami mempersilakan relawan yang berada di sekitar lokasi untuk bergabung membantu evakuasi warga,” tambah Rahmi.
Peristiwa ini tentu mengundang perhatian lebih. Kalimantan Selatan, seperti kita tahu, adalah wilayah dengan aktivitas pertambangan yang cukup masif. Banjir yang berulang ini kembali memantik pertanyaan tentang kondisi lingkungan dan daya dukung alam setempat, apalagi di saat hujan ekstrem makin sering terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih siaga penuh. Warga diimbau untuk tidak lengah, karena cuaca yang belum stabil berpotensi membawa banjir susulan. Semoga saja yang terburuk sudah berlalu.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026