Dia menceritakan, kerugian material jelas ada. Bahan makanan banyak yang rusak lantaran lemari es tak berfungsi.
Tapi bagi Ryan dan warga lain, yang paling disesali adalah hilangnya tradisi silaturahmi. “Momen paling ditunggu itu hilang. Rumah-rumah gelap, jalanan juga kurang penerangan. Rasanya tidak mungkin berkeliling memberi ucapan selamat,” ujarnya.
Ryan menggeleng. “Seumur hidup, baru kali ini merasakan perayaan Natal dengan listrik padam.”
Jadi, alih-alih riuh rendah perayaan, wilayah itu hanya diselimuti gelap dan kecewa. Momen berkumpul yang dinanti-nantikan pun akhirnya pupus.
Artikel Terkait
Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut
Ragnar dan Verdonk Pulang Bareng ke Eropa, Bawa Misi Berbeda ke Klub Masing-masing
Malaysia dan Filipina Gagal Lolos, Empat Wakil ASEAN Siap Berlaga di Piala Asia 2027
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang, Termasuk Balita 2 Tahun