Ia lalu memberi contoh sederhana tentang keikhlasan. Di hadapan jamaah, Rizieq mengajak untuk berbagi sekadarnya. Seribu, dua ribu rupiah, nilainya kecil tapi bermakna besar jika disyukuri.
Nah, bayangkan jika pola pikir meremehkan itu dipakai pejabat untuk menilai sumbangan rakyat kecil. Rizieq khawatir, nilai kemanusiaan dan gotong royong bisa luntur seketika. Ia bahkan berkelakar dengan nada sarkastik.
Puncak kritiknya adalah pertanyaan mendasar tentang kelayakan. Di penghujung ceramah, dengan suara lantang dan diiringi sahutan jamaah, Rizieq mempertanyakan integritas.
Pertanyaan itu menggantung, meninggalkan kesan mendalam. Bagi Rizieq, sikap terhadap bantuan besar atau kecil adalah cermin dari karakter seorang pemimpin.
Artikel Terkait
Malaysia dan Filipina Gagal Lolos, Empat Wakil ASEAN Siap Berlaga di Piala Asia 2027
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang, Termasuk Balita 2 Tahun
Dua Jembatan di Bondowoso Ambles Diterjang Hujan Deras
Dua Wisatawan Tewas Terseret Arus di Sungai Kalimborang Maros