Di sisi lain, para pembeli punya alasan sendiri. Seperti Sintia, wisatawan asal Serang, yang sengaja melancong ke Beringharjo demi berburu daster dan baju tidur.
"Kalau ke Jogja ya pasti cari daster. Di sini pilihannya banyak, dan nggak semua toko punya model yang sama," ujarnya sambil tertawa.
Lonjakan pengunjung ini memang tak terelakkan. Aroni Pasa, Lurah Beringharjo Barat, membenarkan intensitas kunjungan yang meningkat drastis. Namun begitu, ia mengingatkan para pedagang untuk tetap menjaga kualitas.
"Pelayanannya harus baik, jangan sampai bikin wisatawan kapok. Soal harga juga, jangan sampai nuthuk, istilah Jawanya," pesannya.
Nuansa hiruk-pikuk dan tawar-menawar itu seolah menjadi ritual tahunan. Pasar yang biasanya sudah ramai, di momen Nataru berubah jadi magnet utama, penuh warna dan cerita.
Artikel Terkait
Veda Pratama Amankan Start Posisi Empat di Moto3 Amerika
Timnas Iran Gelar Aksi Diam Bawa Tas Sekolah, Berduka untuk 165 Korban Anak di Minab
Antonelli Rebut Pole Position, Grid Suzuka 2026 Diwarnai Kejutan
Justin Hubner: Indonesia Terasa Seperti Rumah Setiap Kali Dipanggil Timnas