Gaza, Tanah Para Penghafal Kitab Suci
Bayangkan ini: di antara reruntuhan Kamp Pantai, Gaza, suara lantunan ayat-ayat suci justru terdengar paling keras. Baru-baru ini, sekitar lima ratus penghafal Al-Qur’an, baik pria maupun wanita, merayakan kelulusan mereka. Acara itu digelar tepat di atas puing-puing yang menjadi saksi bisu kehancuran. Sungguh sebuah pemandangan yang sulit dilupakan.
Lorong-lorong yang rusak parah itu seolah hidup kembali. Gema tilawah mengisi udara, menjadi semacam penyejuk di tengah kepedihan yang tak terkira. Rasanya, ini lebih dari sekadar upacara. Ini adalah pernyataan tegas bahwa tekad manusia bisa mengatasi segala bentuk kehancuran material. Ingatan dan iman, rupanya, adalah benteng terakhir yang tak bisa diruntuhkan.
Seorang tokoh, Khaled Safi, menyuarakan kebanggaan yang mungkin juga dirasakan banyak orang.
غزة تزهر بحفظة القرآن
فخور بأهلنا في غزة وهم يضربون أروع الأمثلة في الثبات والصمود وتخريج حفظة القرآن الكريم.
رغم الحصار والدمار والخرب والإبادة غزة مصنع الرجال تخرّج اليوم 500 حافظ وحافظة لكتاب الله في فعالية تغيظ أعداء الله
الحمد لله على نعمة غزة ♥️🇵🇸
Artikel Terkait
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat
Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Global, tapi Harga Masih Ditentukan Luar Negeri