Di Tengah Reruntuhan Gaza, 500 Penghafal Al-Quran Kibarkan Bendera Iman

- Jumat, 26 Desember 2025 | 16:40 WIB
Di Tengah Reruntuhan Gaza, 500 Penghafal Al-Quran Kibarkan Bendera Iman

Bayangkan ini: di antara reruntuhan Kamp Pantai, Gaza, suara lantunan ayat-ayat suci justru terdengar paling keras. Baru-baru ini, sekitar lima ratus penghafal Al-Qur’an, baik pria maupun wanita, merayakan kelulusan mereka. Acara itu digelar tepat di atas puing-puing yang menjadi saksi bisu kehancuran. Sungguh sebuah pemandangan yang sulit dilupakan.

Lorong-lorong yang rusak parah itu seolah hidup kembali. Gema tilawah mengisi udara, menjadi semacam penyejuk di tengah kepedihan yang tak terkira. Rasanya, ini lebih dari sekadar upacara. Ini adalah pernyataan tegas bahwa tekad manusia bisa mengatasi segala bentuk kehancuran material. Ingatan dan iman, rupanya, adalah benteng terakhir yang tak bisa diruntuhkan.

Seorang tokoh, Khaled Safi, menyuarakan kebanggaan yang mungkin juga dirasakan banyak orang.

Pernyataannya jelas. Dia bangga dengan keteguhan rakyat Gaza yang, meski dikepung, dihancurkan, dan menghadapi malapetaka, tetap mampu melahirkan ratusan penghafal baru. Gaza, yang disebutnya sebagai tempat lahirnya umat manusia, sekali lagi membuktikan dirinya sebagai "pabrik" generasi tangguh. Acara seperti ini, menurutnya, pastilah menyulut amarah musuh-musuh Allah.

Memang, pesan dari perayaan itu terasa kuat: harapan itu masih ada. Kehidupan terus dilestarikan lewat iman, dan penolakan untuk menyerah adalah pilihan yang konkret. Apalagi ketika Al-Qur’an telah menjadi detak jantung dan penuntun jalan hidup mereka. Di tengah segala yang terjadi, Gaza tetap memberikan pujian.

Segala puji bagi Allah atas berkat Gaza ♥️

[VIDEO]

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar