Kardinal Suharyo Soroti Maraknya Kepala Daerah Terjerat KPK
JAKARTA – Dari balik mimbar Gereja Katedral Jakarta, Kamis lalu, suara Kardinal Ignatius Suharyo terdengar lantang menyentil sebuah fenomena yang memprihatinkan. Uskup Agung Jakarta itu tak sungkan menyoroti rentetan penangkapan kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai dari gubernur hingga bupati, seakan tak ada habisnya.
Pernyataannya itu disampaikan usai Misa Pontifikal, di hadapan awak media. Suasana hari Natal itu kontras dengan pesan keras yang ia sampaikan.
“Coba lihat berita-berita belakangan ini,” ujar Suharyo. “Hampir tiap hari kita dengar kabar, bupati ini ditangkap KPK, gubernur itu juga. Sudah berulang kali.”
Baginya, sederhana saja. Para pejabat yang berakhir di jerat hukum itu jelas-jelas telah melenceng dari tugas utamanya. Mereka, menurut Kardinal, lupa bahwa jabatan yang diemban semestinya untuk mengabdi pada rakyat, bukan malah mengeruk keuntungan pribadi.
Di sisi lain, Suharyo rupanya sudah lama gelisah melihat kondisi ini. Ia bahkan pernah mengajukan sebuah gagasan yang cukup berat di akhir Agustus lalu, di tengah hiruk-pikuk pemberitaan serupa.
“Saya memberanikan diri untuk mengatakan bangsa ini membutuhkan pertobatan nasional,” kenangnya.
“Semua mesti bertobat. Kembali pada cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Itu pertobatan nasional.”
Namun begitu, ia menekankan bahwa semua harus berawal dari dalam. “Dasarnya adalah pertobatan batin. Memuliakan Allah dan membaktikan hidup bagi Tuhan,” sambungnya tegas.
Lebih jauh, Kardinal Suharyo menambahkan bahwa yang perlu dibenahi bukan hanya tindakan, tapi juga pola pikir. Jabatan publik itu adalah amanah. Sebuah tanggung jawab suci yang harus dijaga.
Ia kemudian membedakan dua sikap yang bertolak belakang. “Bisa saja orang berpikir, ‘waktunya saya menggunakan jabatan ini untuk kepentingan saya sendiri’.”
“Tapi seharusnya tidak begitu. Saat memangku jabatan, itu artinya kita memegangnya untuk kebaikan bersama. Bukan untuk diri sendiri,” pungkasnya, menutup pernyataan.
Pesan itu menggantung di udara, mengingatkan semua yang hadir tentang esensi kepemimpinan yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Manchester City Kalahkan Liverpool 2-1 Berkat Gol Telat Haaland
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick
Moodys Tegaskan Peringkat Baa2 Indonesia, Pemerhatan Soroti Ketahanan Ekonomi
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN