Istana Usnisa: Menyelam ke Bawah Tanah Nanjing untuk Temukan Kedamaian Spiritual

- Rabu, 26 November 2025 | 01:06 WIB
Istana Usnisa: Menyelam ke Bawah Tanah Nanjing untuk Temukan Kedamaian Spiritual
Istana Usnisa: Menemukan Ketenangan di Bawah Tanah Nanjing

Nanjing itu kota yang sarat cerita. Jejak-jejak masa lalunya terpampang nyata, mulai dari Tempat Pemakaman Sun Yat-sen hingga Museum Peringatan Korban Pembantaian Nanjing 1937. Tapi di tengah hiruk-pikuk sejarah yang kelam, ada satu tempat yang justru menawarkan kedalaman makna yang berbeda: Istana Usnisa.

Tempat ini kini menjelma menjadi semacam ikon spiritual baru. Yang menarik, ia menghadirkan simbol-simbol Buddhis kuno dalam bingkai yang benar-benar modern.

Nah, kalau Anda sudah sampai di sini, jangan lewatkan bagian intinya: Great Usnisa Hall atau Aula Usnisa Agung. Begitu melangkah masuk, rasanya seperti memasuki alam pikiran yang tersembunyi. Ruangan berkubah itu dipenuhi ribuan patung Buddha, tersusun sedemikian rupa sehingga siapa pun yang berada di dalamnya langsung merasakan semacam keagungan spiritual. Di sini juga tergambar jelas perjalanan Dharma dari India hingga ke Tiongkok, lengkap dengan kisah penemuan relik yang kemudian mengilhami pembangunan kompleks istana ini.

Yang bikin Istana Usnisa unik adalah caranya menjembatani kontradiksi kehidupan modern. Di satu sisi, ini adalah keajaiban arsitektur futuristik. Namun begitu, seluruh bangunannya justru berada enam lantai di bawah tanah! Di tempat inilah tersimpan bukan hanya cerita-cerita tentang proses pembangunannya yang rumit, tapi juga pusaka spiritual paling berharga: relik ubun-ubun Buddha.

Relik ini sendiri punya riwayat yang cukup berliku. Awalnya, ia disimpan di Kuil Da Bao En di Nanjing. Sayangnya, kuil itu hancur lebur dalam peristiwa Insiden Tianjing tahun 1856. Barulah pada 2008, para arkeolog berhasil menemukan kembali sebuah ruang bawah tanah di area reruntuhan. Dan di situlah, sebuah stupa berlapis emas bersama berbagai relik suci dari masa Dinasti Song tersimpan utuh. Salah satunya ya relik ubun-ubun Buddha tadi.

Selain aula utama, ada satu area lain yang nuansanya begitu syahdu: Aula Keheningan Abadi atau Aula Parinirwana. Bayangkan sebuah ruang raksasa yang di dalamnya terpampang patung Buddha Tidur yang terbaring di atas kolam berbentuk bunga teratai.

Memasuki ruangan ini, suasana meditatifnya langsung terasa. Tanpa disuruh, langkah kita otomatis melambat, suara mengecil, dan hati terasa lebih tenang. Seolah-olah kita diajak untuk sejenak terhubung kembali dengan esensi diri yang paling dalam.

Jadi, kalau Anda suatu hari berkunjung ke Nanjing, sempatkanlah mampir ke Istana Usnisa. Pengalamannya benar-benar lain. Bukan cuma sekadar mengenal sejarah dan budaya Buddhis lebih dekat, tapi juga membawa pulang secercah kebijaksanaan yang mungkin selama ini kita cari.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar