Polisi Israel Bubarkan Paksa Perayaan Natal Warga Palestina di Haifa
Suasana perayaan Natal di kawasan Wadi Nisnas, Haifa, mendadak ricuh pada Ahad (22/12/2025). Polisi Israel datang dan membubarkan paksa acara yang digelar warga Palestina itu. Mereka bertindak cepat. Seorang pria yang tengah memakai kostum Santa Claus pun diamankan, sementara peralatan untuk acara itu turut disita.
Menurut Mossawa Centre organisasi yang fokus pada hak-hak warga Palestina di Israel acara itu sebenarnya berjalan damai. Namun begitu, polisi tetap melakukan tindakan keras. Laporan dari Middle East Eye menguatkan hal ini. Di media sosial, video yang beredar jelas memperlihatkan aparat menghentikan pertunjukan budaya dan membubarkan kerumunan dengan paksa.
Mossawa Centre punya pendapat tegas soal ini.
Mereka menilai aksi polisi itu sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan beragama dan berekspresi. Khususnya bagi komunitas Kristen Palestina yang tengah merayakan hari besarnya.
Di sisi lain, kepolisian Israel punya alasan sendiri. Mereka beralasan tindakan itu demi ketertiban umum. Tapi, ya, penjelasan itu tak banyak meredam gelombang kecaman yang muncul.
Insiden ini, mau tak mau, menyisakan kesan buruk. Banyak yang melihatnya sebagai bentuk perlakuan berlebihan, bahkan terhadap perayaan keagamaan sekalipun. Sungguh ironis.
Artikel Terkait
Pedagang Es Cincau Keliling Tewas Diduga Akibat Kelelahan di Bekasi
Taman Cinta Takalar Jadi Destinasi Romantis Gratis Jelang Valentine
Tanah Longsor di Wonosobo Tewaskan Satu Warga, Angin Kencang Rusak Delapan Rumah
PSM Makassar Kalahkan PSBS Biak 2-1, Jauhi Zona Degradasi