Jakarta Kerahkan Ribuan Personel untuk Amankan Perayaan Akhir Tahun

- Rabu, 24 Desember 2025 | 16:12 WIB
Jakarta Kerahkan Ribuan Personel untuk Amankan Perayaan Akhir Tahun
Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jakarta

Jakarta Siaga Penuh, Ribuan Personel Amankan Momen Akhir Tahun

Menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, suasana Jakarta bakal berbeda. Ibu kota akan dipenuhi oleh ribuan anggota gabungan yang siap siaga. Titik-titik keramaian utama, dari Bundaran HI hingga kawasan Ancol, akan mendapat perhatian khusus.

Operasi pengamanan skala besar ini sudah diberi nama Operasi Lilin 2025. Polda Metro Jaya tak bekerja sendirian. Mereka menggandeng TNI dan pemda untuk menciptakan sinergi. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat bisa beraktivitas dan merayakan dengan tenang.

Kombes Bhudi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, membeberkan detailnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/12) lalu. Angkanya cukup besar. Total ada 5.044 personel yang akan diterjunkan.

“Polda Metro Jaya menurunkan personel lebih kurang 5.044 personel, terdiri dari 4.217 anggota Polri, 394 dari TNI, dan 433 dari pemerintah daerah,”

Menurut Bhudi, mereka nantinya akan tersebar di 106 pos yang berbeda fungsi. Ada pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu. Patroli juga akan digelar lebih intensif. Harapannya, kehadiran mereka bisa langsung dirasakan, memberikan rasa aman yang nyata di tengah kerumunan.

Lalu, di mana saja titik-titik rawan yang akan diawasi ketat?

“Ada beberapa titik pengamanan di wilayah-wilayah daerah keramaian bagi masyarakat, yaitu ada di Bundaran HI, ada di Monas, serta di Ancol, dan di beberapa perhotelan dan mal yang menggelar pelaksanaan kegiatan Natal dan tahun baru,”

Namun begitu, pengamanan tak cuma mengandalkan personel biasa. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, tim khusus juga disiagakan. Bhudi menyebutkan peran Tim Penjinak Bom (Jibom) dan unit anjing pelacak (K-9). Mereka punya tugas krusial: melakukan sterilisasi keamanan.

Fokus sterilisasi ini meliputi gereja-gereja, plus tempat transportasi publik yang ramai seperti stasiun kereta api dan terminal bus. Langkah ini dianggap penting sebagai upaya pencegahan dini.

Jadi, secara keseluruhan, persiapan terlihat matang. Dari angka personel, sebaran posko, hingga penyiapan tim spesialis. Tinggal menunggu eksekusi di lapangan saat hari-H nanti. Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan bekerja sama dengan petugas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar