“Kami cuma bisa berharap, meski overcrowded, pembinaan dan aspek keamanan bisa tetap berjalan baik dan lancar,” harapnya.
Lebih detail lagi, Rizal membeberkan gambaran riil di dalam blok hunian. Dalam satu blok saja, bisa terkumpul hingga 200 orang. Yang lebih parah lagi adalah kondisi di setiap kamar.
“Idealnya satu kamar untuk 20 orang. Kenyataannya? Sekarang bisa diisi sampai 60 orang. Sudah tiga kali lipat dari seharusnya,” jelasnya.
Desak-desakan di kamar tidur hanyalah satu sisi dari masalah besar ini. Di sisi lain, beban kerja petugas dan tekanan psikologis warga binaan pasti ikut terdampak. Semua serba terbatas, mulai dari ruang, fasilitas, hingga udara untuk bernapas lega.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Antrean Panjang dan Stok Habis, Warga Bone Kesulitan Dapat BBM Subsidi
KPK Siapkan Empat Program Kampanye Antikorupsi Hingga 2026
Kepatuhan LHKPN Capai 87,83%, Legislatif Tertinggal Jauh di 55,14%