Rencananya, penerbangan itu membawa pejabat militer Turki dan empat penumpang lainnya dari Ankara menuju Tripoli, Libya. Semua tampak berjalan normal di awal perjalanan.
Namun begitu, situasi berubah drastis. Saat melintas di atas distrik Haymana, Ankara, pilot justru mengajukan permintaan untuk melakukan pendaratan darurat kembali ke Ankara. Itulah komunikasi terakhir. Setelah permintaan mendadak itu, pesawat hilang dari radar dan tidak ada lagi kontak yang bisa dijalin.
Sampai saat ini, pencarian masih terus dilakukan. Keadaan cuaca dan medan di sekitar lokasi hilangnya kontak menjadi perhatian utama para tim penyelamat.
Artikel Terkait
Menteri Pendidikan Ajak Umat Hindari Debat Kusir, Utamakan Fastabiqul Khairat
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat di RSPI Pondok Indah
Prakiraan Cuaca Makassar: Cerah Berawan Pagi, Hujan Ringan Berpotensi di Dini Hari
Pemerintah Tegaskan Batas Usia 16 Tahun untuk Akses Platform Digital Berisiko