Sebuah jet pribadi yang mengangkut seorang pimpinan militer Libya tiba-tiba hilang kontak di wilayah udara Turki. Kabar ini pertama kali disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, melalui sebuah unggahan di platform media sosial.
Menurut Yerlikaya, pesawat itu lepas landas pada pukul 17.10 GMT. Namun, sekitar empat puluh menit kemudian, tepatnya pukul 17.52 GMT, komunikasi radio dengan pesawat itu terputus sama sekali.
"Pesawat jet itu "take off" pada 17.10 GMT, dan kontak radio hilang 17.52 GMT," jelasnya.
Rencananya, penerbangan itu membawa pejabat militer Turki dan empat penumpang lainnya dari Ankara menuju Tripoli, Libya. Semua tampak berjalan normal di awal perjalanan.
Namun begitu, situasi berubah drastis. Saat melintas di atas distrik Haymana, Ankara, pilot justru mengajukan permintaan untuk melakukan pendaratan darurat kembali ke Ankara. Itulah komunikasi terakhir. Setelah permintaan mendadak itu, pesawat hilang dari radar dan tidak ada lagi kontak yang bisa dijalin.
Sampai saat ini, pencarian masih terus dilakukan. Keadaan cuaca dan medan di sekitar lokasi hilangnya kontak menjadi perhatian utama para tim penyelamat.
Artikel Terkait
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick
Moodys Tegaskan Peringkat Baa2 Indonesia, Pemerhatan Soroti Ketahanan Ekonomi
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN
KUHP dan KUHAP Baru Perkuat Perlindungan Hukum bagi Korban Perempuan dan Anak