Napas Lega di Pantai Cermin: Puskesmas Kembali Berdenyut Usai Banjir Melanda

- Selasa, 23 Desember 2025 | 23:30 WIB
Napas Lega di Pantai Cermin: Puskesmas Kembali Berdenyut Usai Banjir Melanda

Setelah terkatung-katung hampir sebulan, akhirnya Puskesmas Pantai Cermin di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali berdenyut. Pintunya dibuka lagi untuk masyarakat sejak tanggal 17 Desember lalu. Penutupan paksa ini, tentu saja, imbas dari bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan itu pada akhir November.

Kini, pelayanan sudah pulih total. Bahkan, menurut Kepala Puskesmas setempat, Supriadi, mereka siap melayani warga selama 24 jam penuh. Ia mengajak masyarakat untuk tak ragu mendatangi puskesmas, apa pun keluhannya.

“Apabila kalian mengalami keluhan baik kesehatan fisik, rohani, jangan sungkan-sungkan datang ke Puskesmas Pantai Cermin. Kita siap melayani masyarakat,”

kata Supriadi dalam sebuah wawancara yang dirilis Kementerian Kesehatan, Selasa (23/12) kemarin.

Rasa lega itu bukan cuma dirasakan warga, tapi juga para tenaga kesehatan di sana. Ambil contoh Wan Santy Mulyani, salah seorang perawat. Ia mengaku sedih sekali saat harus menjumpai para pengungsi di posko yang kehabisan stok obat rutin mereka.

“Perasaannya ada sedikit lega, senang, Alhamdulillah kami bisa kembali puskesmas melayani mereka,” ucap Santy, suaranya sempat tercekat. “Karena selama tidak dibuka, kami ke posko-posko ada pasien yang harus rutin makan obat rutin jantung, atau DM (diabetes melitus). Itu kan tidak lagi mereka bisa (konsumsi), terhenti.”

Di sisi lain, ada juga Supriadi bukan kepala puskesmas, tapi seorang warga yang kebetulan namanya sama. Sebagai pasien, ia merasakan betul dampak penutupan itu. Selama banjir, ia terpaksa menahan sakit karena tak bisa berobat.

“Selama banjir tidak berobat, tahankan saja lah,” katanya polos.

Ceritanya bahkan lebih runyam. Anaknya pernah jatuh dan perlu dijahit. Nah, saat waktunya buka jahitan tiba, situasi justru kacau. Jalanan terendam parah, akses benar-benar putus.

“Mau buka jahitan saja pun enggak bisa. Bidannya enggak bisa datang. Kemarin memang luar biasa tinggi kali, jalan Pantai Cermin ini saja tenggelam. Kereta (mobil) tidak bisa lewat,” tuturnya mengenang.

Tapi sekarang, semua itu sudah berlalu. Dengan puskesmas beroperasi kembali, Supriadi langsung memanfaatkannya untuk mengecek kadar asam uratnya. Persendiannya belakangan sering nyeri, dan ia butuh obat untuk meredakannya.

“Memang kemarin-kemarin ada riwayat. Ini kebetulan persendian sakit, jadi saya coba cek di sini dan minta obat supaya reda,” jelasnya.

Napas lega terdengar dalam kata-kata terakhirnya.

“Alhamdulillah, lega kita bisa berobat. Kalau enggak beroperasi bagaimana kita mau berobat. Bersyukur.”

Kini, di Pantai Cermin, pelan-pelan kehidupan kembali normal. Puskesmas yang berfungsi lagi bukan sekadar bangunan yang buka, tapi tanda bahwa pemulihan benar-benar telah dimulai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar