Ribuan pekerja di Muara Enim akhirnya bisa bernapas lega. Tepatnya, 26.775 pekerja yang selama ini masuk kategori rentan kini mendapat payung perlindungan sosial lewat program Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan. Acara peluncurannya sendiri digelar di Balai Agung Serasan Sekundang, Selasa lalu.
Acara itu ramai. Hadir langsung Bupati Muara Enim, Edison, bersama sejumlah pejabat penting lain. Mulai dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagsel, Muhyidin, hingga Ketua TP PKK setempat, Heni Pertiwi Edison. Unsur Forkopimda dan para kepala OPD juga tak absen, memenuhi ruangan.
Nah, siapa saja yang dapat perlindungan ini? Jumlahnya cukup besar. Ada 24.651 pekerja rentan desa, mencakup kepala desa, perangkat desa, BPD, sampai linmas dan guru ngaji. Tak ketinggalan, 2.124 petani sawit juga ikut tercakup dalam program ini.
Bupati Edison, dalam sambutannya, menekankan bahwa langkah ini strategis. Ini adalah upaya konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.
“Kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sudah kami jalin lewat MoU yang ditandatangani Dinas PMD,” ujar Edison.
Ia menegaskan, program ini bukan sekadar wacana. Ini realisasi komitmen yang bahkan sudah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati. Harapannya jelas: memberi rasa aman.
“Perlindungan ini berjalan Oktober sampai Desember tahun ini. Kami ingin ini jadi fondasi untuk program berkelanjutan ke depannya,” tegasnya.
Menurut Edison, jaminan sosial ini lebih dari urusan administrasi belaka. Ini soal kepedulian. Bentuk nyata perhatian pemerintah agar pekerja desa bisa lebih tenang menjalani hari.
“Dengan adanya ini, produktivitas dan semangat kerja diharapkan ikut naik. Kesejahteraan pun terdongkrak,” pungkas Bupati.
Di sisi lain, apresiasi datang dari BPJS Ketenagakerjaan. Muhyidin, Kepala Kanwil Sumbagsel, menyoroti komitmen kuat Pemkab Muara Enim. Saat ini, tingkat kepesertaan Jamsostek di kabupaten itu sudah menyentuh 44 persen. Angkanya sekitar 93.000 pekerja yang sudah terlindungi.
“Posisi Muara Enim di Sumsel itu peringkat keempat untuk perlindungan pekerja rentan. Sepanjang 2025 saja, ada tambahan 12.491 tenaga kerja yang masuk,” jelas Muhyidin.
Ia juga mengungkapkan capaian membanggakan. Perlindungan untuk ekosistem pekerja desa di Muara Enim diklaim sudah seratus persen. Dari kepala desa hingga tingkat RT dan RW, semua tercover.
“Di Sumsel, baru dua daerah yang mencapai 100 persen: Muara Enim dan OKI,” ungkapnya.
Sementara itu, dari tingkat cabang, Sonny Alonsye menegaskan komitmen pendampingan. Koordinasi dengan pemkab akan terus diintensifkan.
“Kami akan terus berkoordinasi. Tujuannya, pelayanan untuk masyarakat rentan makin optimal. Program pusat ini harus benar-benar terasa manfaatnya di tingkat akar rumput,” tutup Sonny.
Artikel Terkait
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora
Polisi Ungkap Motif Perampokan Sadis di Boyolali: Utang Judi Online
KPK Tetapkan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Baru Kasus Gratifikasi Rp2,5 Miliar
Pandji Selesaikan Pemeriksaan Kasus Dugaan Penistaan Agama di Polda Metro Jaya