Kedatangan Dandim Baru Disambut Tarian Adat Kamoro
Suasana di Makodim 1710/Mimika, Selasa (23/12/2025) lalu, terasa berbeda. Bukan hanya upacara militer biasa. Kedatangan Komandan Kodim yang baru, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, justru diwarnai oleh irama pukulan tifa dan gerakan tarian penuh makna. Ini adalah sambutan istimewa.
Dia hadir bersama istrinya, Ny. Redi Dwi Yuda Kurniawan, yang juga Ketua Persit setempat. Mereka menyaksikan seluruh prosesi dengan khidmat. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa. Lalu, giliran tarian adat mengambil alih.
Yang menarik, penarinya bukan dari sanggar biasa. Mereka adalah prajurit dan anggota keluarga Kodim 1710/Mimika sendiri yang menarikan tarian khas Suku Kamoro. Gerakan mereka lincah, penuh semangat, menyampaikan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar ucapan selamat datang.
Menurut tradisi, ritual seperti ini bukan formalitas belaka. Ia melambangkan penghormatan tertinggi. Juga doa untuk keselamatan. Lebih dari itu, ada harapan agar kebersamaan dan keharmonisan bisa terjalin antara sang komandan baru dengan seluruh jajarannya, plus masyarakat Mimika secara luas.
Acara itu sendiri dihadiri para perwira, prajurit, dan anggota Persit. Suasananya hangat, nyaris seperti acara keluarga besar. Kekakuan protokol militer sedikit mencair oleh senyum dan tepukan tangan.
Di sisi lain, momen ini jelas punya pesan simbolis yang kuat. Ia menjadi titik awal pengabdian Letkol Inf Redi di Mimika. Sekaligus penegasan bahwa Kodim 1710/Mimika ingin terus erat bersinergi dengan budaya dan masyarakat lokal.
Sinergi itu dianggap kunci. Untuk menjaga stabilitas keamanan, tentu saja. Dan juga mendukung pembangunan Kabupaten Mimika ke depan.
Jadi, sambutan itu bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah janji, yang diungkapkan lewat bahasa tari nenek moyang.
Artikel Terkait
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora
Polisi Ungkap Motif Perampokan Sadis di Boyolali: Utang Judi Online
KPK Tetapkan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Baru Kasus Gratifikasi Rp2,5 Miliar
Pandji Selesaikan Pemeriksaan Kasus Dugaan Penistaan Agama di Polda Metro Jaya