Antrean Panjang di Pelabuhan Manado, KSOP Buka Suara
MANADO - Antrean yang mengular di loket tiket Pelabuhan Manado akhir-akhir ini memang bikin resah. Banyak warga yang mengeluh, prosesnya lambat dan berdesak-desakan. Menanggapi hal ini, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat akhirnya angkat bicara.
Penyebab utamanya sederhana: jumlah orang yang mau beli tiket ternyata terlalu banyak. Itu penjelasan dari Benaya Samri Yostavia, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Manado. Tapi, itu bukan satu-satunya masalah.
Menurut Benaya, sistem tiket online yang seharusnya mempermudah justru punya kelemahan. Kelemahan inilah yang kemudian bikin orang malah numpuk di pelabuhan.
“Sebenarnya, untuk tiket khusus di sini sudah bisa dibeli online,” ujar Benaya.
Namun begitu, dia melanjutkan, masalah muncul di tahap berikutnya. “Cuma, untuk mencetak boarding pass-nya, penumpang tetap harus datang ke loket.”
Ya, begitulah jadinya. Orang yang sudah punya tiket di tangan pun terpaksa berdesakan lagi hanya untuk selembar kertas boarding pass. Akibatnya, suasana jadi campur aduk. Sulit membedakan mana yang belum beli tiket dan mana yang cuma mau cetak dokumen.
“Jadi kemungkinan bercampur antara yang sudah punya tiket dan warga yang belum beli tiket,” katanya.
Penumpukan massa ini tentu saja mengganggu. Warga merasa waktu keberangkatan jadi molor, semua berantakan. Mereka berharap ada perbaikan sistem penjualan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Suara warga punya harapan yang jelas.
“Kalau boleh ada peralihan ke online, lebih gampang. Terus disediakan tempat yang lebih baik,” keluh Misye, salah seorang warga yang sedang ingin mudik ke Sangihe.
Keluhan seperti ini yang kini ditunggu tindak lanjutnya. Apakah penjelasan dari KSOP akan diikuti dengan perbaikan konkret? Masih harus kita lihat.
Artikel Terkait
Gerindra Minta Maaf dan Copot Atribut HUT Usai Kritik Masyarakat
Prabowo Serukan Persatuan Nasional di Munajat MUI Istiqlal
Menko Airlangga Minta Danantara Jelaskan Kebijakan Fiskal ke Moodys
Ibu di Deli Serdang Terancam Pidana Usai Rekayasa Laporan Begal untuk Lepas dari Cicilan