Kabar terbaru soal pencarian tiga jemaah haji Indonesia yang hilang di Arab Saudi datang dari Malang. Kementerian Agama ternyata sudah mengambil langkah lebih jauh dengan melakukan tes DNA pada keluarga Sukardi, salah satu jemaah yang hilang dari Kloter SUB-79 Surabaya itu. Ini jadi upaya terakhir untuk mengidentifikasi jika ditemukan jenazah yang tak dikenal di sana.
Sukardi sendiri hilang kontak sejak 29 Mei lalu, cuma dua hari setelah tiba di Makkah. Kamar 813 di Hotel Tala'ea Al-Khair jadi lokasi terakhir ia tercatat. Hingga detik ini, keberadaannya masih gelap.
As’adul Anam, yang menjabat Plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, mengonfirmasi langkah pengambilan sampel darah keluarga. Menurutnya, proses ini dilakukan kemarin oleh tim gabungan dari pusat dan dokter Mabes Polri.
Dari kejadian ini, Anam menyebut akan ada evaluasi menyeluruh. Pelayanan untuk jemaah haji dan umrah bakal ditingkatkan, terutama untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
Di sisi lain, penggunaan gelang identitas bagi jemaah dinilai masih efektif dan akan terus dipakai.
Selain Sukardi, masih ada dua nama lain yang menghilang: Nurima Mentajim (80 tahun) asal Palembang dan Hasbullah Ikhsan (73 tahun) dari Banjarmasin. Keduanya dikabarkan punya riwayat demensia, kondisi yang jelas memperumit pencarian.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Pemerintah Proyeksikan Mudik Lebaran 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brazil Usai Strategi Cerdas di Balik Bendera Merah
Prabowo Unggah Foto Lawas Bersama Soeharto di Momen Ulang Tahun Putra