Dua Pendaki Ilegal Hilang di Lereng Merapi yang Masih Siaga

- Senin, 22 Desember 2025 | 14:42 WIB
Dua Pendaki Ilegal Hilang di Lereng Merapi yang Masih Siaga

Kabarnya, dua pendaki hilang kontak di kawasan Gunung Merapi. Yang jadi masalah, mereka masuk secara ilegal. Status gunung itu masih Siaga atau Level III, jadi sebenarnya pendakian sama sekali tidak diizinkan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi, mengonfirmasi hal ini. Lewat keterangan tertulisnya Senin lalu, dia tegas mengingatkan larangan itu.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menaati larangan mendaki Gunung Merapi,"

Begitu penegasan Wahyudi.

Menurut penjelasannya, kronologinya bermula Sabtu. Tiga orang nekat mendaki lewat jalur Kalitalang di Klaten. Mereka berhasil sampai ke Pasar Bubrah, lalu memutuskan turun via jalur Sapuangin. Di tengah perjalanan, satu orang mengeluh sakit kaki. Dia pun meminta kedua temannya turun duluan untuk cari pertolongan.

Nah, di sinilah masalah mulai. Dua pendaki itu turun saat malam sudah gelap. Vegetasi di jalur Sapuangin dikenal rapat dan sulit. Karena kondisi yang begitu menghambat, mereka terpaksa bertahan di jalur itu semalaman.

Minggu paginya, perjalanan turun dilanjutkan. Tapi malang, salah seorang terperosok. Meski masih bisa bangun dan berjalan, dia meminta temannya yang di atas lereng untuk terus turun mencari bantuan. Pemisahan terjadi lagi.

Untungnya, si pendaki yang terperosok itu akhirnya bertemu warga lokal di sekitar Sapuangin. Dia segera mendapat pertolongan.

Namun begitu, nasib dua rekannya masih jadi misteri.

"Sampai dengan Senin hanya satu orang yang berhasil turun, sementara dua lainnya masih belum diketahui keberadaannya,"

Wahyudi menambahkan detail itu.

Hingga saat ini, tim gabungan dari TNGM dan pihak terkait masih berusaha mencari kedua pendaki yang hilang. Operasi pencarian terus digelar di medan yang tentu tidak mudah.

"Kami mohon doanya dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi berjalan dengan lancar,"

harap Wahyudi menutup pernyataannya. Situasinya memang mencemaskan, dan semua berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar