“Kerja sama ini dilakukan agar ke depan TKA ini lebih baik lagi,” tambah Mu’ti.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa TKA dirancang bukan cuma sebagai ujian biasa. Ia ingin tes ini menjadi bagian dari sebuah sistem penilaian yang lebih luas, yang terhubung langsung dengan kebijakan pendidikan tinggi. Rancangan ini, katanya, masih akan dibahas lebih mendalam.
“Rancangan ini akan kita bicarakan lebih lanjut,” ucapnya menutup penjelasan.
Jadi, pesannya sederhana: siswa dan sekolah tak perlu cemas berlebihan. Kelulusan tetap di tangan sekolah. Sementara TKA, dengan segala perbaikannya, disiapkan untuk membuka jalan yang lebih lebar menuju bangku kuliah.
Artikel Terkait
PSBM XXVI Fokus Angkat Kopi Sulsel ke Pasar Global
Ambulans Kosong Ditegur Polisi karena Nyalakan Sirene Saat Macet Arus Balik
Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Galeri24 dan UBS Anjlok
Puncak Arus Balik, Pelabuhan Merak Dipadati Ribuan Kendaraan