Sayangnya, kabar duka justru kian bertambah. Korban jiwa terus berjatuhan, dan angka terakhir yang diumumkan mencapai 16 orang. Sebagian besar korban tewas ditemukan di sisi kiri bus, menunjukkan hentakan keras saat kejadian.
“Korban meninggal 16 orang, 15 disemayamkan di RS Kariadi, 1 orang di RSUD Tugu,”
imbuh Kapolda. Bus reguler rute Bogor-Yogyakarta itu mengangkut penumpang dari berbagai daerah. “Sebagian besar korban wilayah penumpang wilayah Boyolali, Klaten, Jogja, Bogor, Jakarta.”
Untuk memudahkan identifikasi, posko khusus telah dibuka di RSUP dr Kariadi. “Korban meninggal kami juga sudah koordinasi dengan dokter untuk segera diidentifikasi. Post mortem, antemortem-nya sudah kita siapkan nanti di sini. Kita membuka posko bagi keluarga yang meninggal,” sebut Ribut.
Di akhir pernyataannya, Ribut menyelipkan pesan penting, mengingat musim mudik Nataru sudah di depan mata. Ia meminta semua pengguna jalan untuk lebih berhati-hati.
“Kami berpesan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, ada ratusan pos pelayanan saat Nataru. Silakan dimanfaatkan pos-pos tersebut untuk istirahat, untuk cek kesehatan, cek kendaraan, semuanya kami siapkan untuk melayani masyarakat,”
katanya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Tiga Mayjen Ditunjuk Pimpin Kodam dalam Mutasi TNI Maret 2026
Athletic Club Kalahkan Real Betis 2-1, Kokoh di Papan Atas La Liga
Manchester City Kembali Juara EFL Cup Usai Taklukkan Arsenal 2-0 di Wembley
Desakan Kuat untuk Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut