Di Balik Galang Dana Miliaran, Relawan Ini Hampir Menyerah

- Senin, 22 Desember 2025 | 05:20 WIB
Di Balik Galang Dana Miliaran, Relawan Ini Hampir Menyerah

✍🏻 Fathi Nasrullah

Ada kalanya, seorang relawan mencapai titik terendah. Bayangkan: sendirian, berhasil menggalang dana yang jumlahnya fantastis, ratusan juta rupiah. Alhamdulillah. Tapi, untuk urusan belanja kebutuhan besok, entah harus cari dari mana.

Pikiran untuk mundur seringkali muncul. Ingin rasanya meninggalkan semua ini, fokus cari uang buat rumah, kembali ke dunia bisnis seperti dulu lagi. Itu pasti lebih tenang.

Namun begitu, realita selalu datang mengetuk.

Andai saja cuma soal uang pribadi, mungkin sudah lama saya berhenti. Tapi tidak. Ada ratusan, bahkan ribuan orang yang sudah percaya. Mereka menitipkan bantuan, harapan, dan amanah itu pada saya. Berat sekali rasanya.

Di sisi lain, bukan hanya para donatur yang menunggu. Di lokasi bencana, ada lebih banyak lagi wajah yang mengharap. Mereka menanti saya si “kurir” bantuan untuk datang dan menyalurkan apa yang telah dititipkan orang-orang baik tadi.

Di saat-saat seperti itulah niat untuk berhenti itu menguap. Urung. Hilang begitu saja.

Dan percayalah, kondisi seperti ini bukan cuma saya yang alami. Banyak sekali, hampir semua relawan sebenarnya merasakan hal serupa. Hanya mungkin jarang yang bicara.

Saya malah merasa lebih beruntung. Masih bisa membantu banyak orang karena banyak yang mempercayakan dananya. Ada yang lebih susah.

Faktanya, banyak relawan lain yang benar-benar berjuang. Jangankan untuk bantu orang lain, sekadar ongkos berangkat ke medan bencana saja, mereka kerap harus menjual barang atau mengorbankan sesuatu. Itu kenyataan yang pahit.

Ini adalah potret yang sesungguhnya. Di balik galang dana yang sukses, ada pergulatan batin dan dompet yang nyaris kosong.

Komentar