HydroCoffee Guncang Pimnas, Giling Kopi Pakai Air Sungai Raih Emas

- Minggu, 21 Desember 2025 | 15:18 WIB
HydroCoffee Guncang Pimnas, Giling Kopi Pakai Air Sungai Raih Emas

Mahasiswa Itera Bikin Alat Giling Kopi Pakai Tenaga Air, Sabet Emas di Pimnas

Bandar Lampung Gak perlu listrik. Itulah kunci inovasi sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang baru saja membawa pulang medali emas dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38. Mereka menang lewat sebuah alat penggiling kopi cerdas yang digerakkan oleh aliran air, memanfaatkan prinsip turbin ulir Archimedes.

Prestasi ini mereka raih lewat Program Kreativitas Mahasiswa atau PKM-PI 2025. Intinya, alat yang mereka sebut HydroCoffee ini dirancang untuk menjawab persoalan nyata di lapangan, khususnya bagi petani kopi skala kecil.

“Kami memastikan alat dapat bekerja optimal sesuai kebutuhan mitra. Proses pengujian dilakukan berulang untuk mendapatkan kinerja yang stabil dan efisien,”

Begitu penjelasan MH Feraldy Akbar Putra Pratama, ketua tim. Dia menuturkan, pengembangan alat ini melewati proses panjang. Mulai dari turun ke lokasi, merancang, bikin prototipe, sampai uji coba langsung bersama mitra, Pak Muhanan. Tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi pengolahan kopi.

Di sisi lain, alat ini juga menawarkan solusi energi bersih. Dengan memanfaatkan aliran air sungai atau irigasi, para pelaku usaha bisa mengurangi ketergantungan pada listrik atau bahan bakar, sekaligus menekan biaya operasional. Sebuah langkah menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Tim di balik kesuksesan ini terdiri dari lima mahasiswa. Ada Feraldy sendiri, lalu Ikhsan Nurrahman, Yohanes Aditya Sudarma, dan Cahya Adinda Tasya dari Teknik Sistem Energi. Satu lagi, William Budi Mandala, berasal dari Prodi Teknologi Industri Pertanian. Mereka semua dibimbing oleh Madi, seorang dosen Teknik Sistem Energi Itera.

Madi tak menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, kemenangan ini buah dari kerja keras dan konsistensi anak didiknya.

“Mahasiswa menjalankan seluruh tahapan program dengan serius, mulai dari perancangan hingga implementasi di lapangan. Pendekatan ini menjadi kekuatan utama HydroCoffee,”

Kata Madi.

Pencapaian gemilang tim HydroCoffee ini punya dampak yang cukup signifikan. Keberhasilan mereka mengantarkan Itera menduduki peringkat keenam secara nasional dalam perolehan medali Pimnas tahun ini. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa inovasi dari kampus tidak melulu teoritis, tapi bisa langsung menyentuh dan memecahkan masalah di masyarakat. (Cha/Put)

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar