Embung Kemiling Resmi Beroperasi, Tampung 30 Juta Liter Air dan Siap Jadi Ruang Publik

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 19:48 WIB
Embung Kemiling Resmi Beroperasi, Tampung 30 Juta Liter Air dan Siap Jadi Ruang Publik

Embung Kemiling Akhirnya Diresmikan, Jadi Solusi Banjir dan Ruang Publik

Bandar Lampung Sabtu (20/12) lalu, Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi membuka Embung Kemiling untuk publik. Lokasinya di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling. Peresmian ini jadi angin segar bagi warga yang selama ini kerap dilanda kecemasan saat musim hujan tiba.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, tak menyembunyikan harapannya. Menurutnya, embung ini adalah jawaban konkret atas dua masalah sekaligus: genangan air yang kerap melanda dan menipisnya cadangan air tanah. “Warga sering khawatir kalau hujan deras,” ujarnya.

“Air langsung mengalir tak terkendali ke hilir. Nah, dengan embung ini, air hujan bisa kita tampung dan kelola dengan baik. Alirannya jadi terkendali, cadangan air juga tersimpan.”

Dia menekankan, proyek ini bukan cuma soal teknik semata. Kawasan sekitar embung sengaja dirancang agar bisa dinikmati masyarakat. Sudah ada jalur jogging dan ruang terbuka hijau yang asri. Intinya, tempat ini diharapkan jadi titik kumpul baru untuk aktivitas sosial maupun olahraga ringan.

“Kita ingin lebih dari sekadar pengendali banjir. Ini harus jadi ruang hidup yang bermanfaat untuk bersosialisasi,” tambah Gubernur yang akrab disapa Mirza itu.

Di sisi lain, ada cerita menarik di balik pembangunannya. Lahan seluas 1,5 hektare ini ternyata berasal dari hibah keluarga almarhum Zainal Abidin Pagaralam, yang diwakili oleh Syafariah Widianti. Gubernur menyampaikan apresiasi mendalam. Lokasinya yang strategis membuat kontribusi mereka terasa sangat berarti. Hibah itu memungkinkan pembangunan berjalan lancar, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan warga sekitar.

Soal teknis dan anggaran, Kepala Dinas PSDA Provinsi Lampung, Budi Darmawan, yang memberikan penjelasan. Nilai proyeknya mencapai Rp6,98 miliar, diambil dari APBD Provinsi tahun 2025. Pengerjaannya sendiri relatif cepat, hanya 120 hari kalender.

“Kami membangun area genangan, check dam, jembatan di hulu, dinding penahan tanah, plus saluran pengelak yang terintegrasi,” jelas Budi.

Kapasitas tampungnya tidak main-main: hingga 30 juta liter air. Cukup besar. Selain fungsi utamanya mengatur debit air, pihaknya juga membangun fasilitas pendukung. Jogging track sepanjang kurang lebih 565 meter mengelilingi embung, dilengkapi pagar pengaman untuk menjamin keselamatan pengunjung.

“Desainnya kami buat tidak hanya kuat secara struktur, tapi juga aman dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegas Budi.

Acara peresmian itu sendiri ditutup dengan aksi simbolis penanaman pohon Sungkai. Langkah kecil ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung fungsi konservasi embung ke depannya.

Harapannya jelas. Dengan adanya Embung Kemiling, aliran air hujan punya tempat penampungan yang memadai. Dampaknya, potensi banjir di wilayah hilir bisa ditekan. Sekaligus, cadangan air tanah untuk permukiman di sekitarnya jadi lebih terjaga. Sebuah solusi yang diimpikan banyak pihak, kini telah terwujud.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar