Oknum Polisi dan Rekan Ditangkap, Diduga Cekik Mahasiswi UMM

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:30 WIB
Oknum Polisi dan Rekan Ditangkap, Diduga Cekik Mahasiswi UMM

SURABAYA - Kasus kematian Faradilah Amalia Najwa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), akhirnya mulai terungkap. Polisi menyatakan dua orang telah ditangkap sebagai pelaku: Bripka AS, seorang oknum anggota Polres Probolinggo, dan rekannya, seorang pria bernama SY atau Suyit.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, keduanya diduga bekerja sama membunuh korban dengan sengaja. "Namun yang pasti keduanya secara bersama-sama melakukan pembunuhan dengan sengaja," tegasnya.

Jules Abast juga mengungkapkan, Faradilah kemungkinan besar tidak tewas di tempat jasadnya ditemukan. Sebelum dibuang ke aliran sungai di kawasan Purwosari, Pasuruan, korban diduga sudah dibunuh di lokasi lain.

"Pada saat membuang mayat korban juga juga bersama-sama antara tersangka AS dan SY," ujar Kombes Jules.

Soal cara kematian, polisi punya dugaan kuat. Dari pemeriksaan awal terhadap jasad yang ditemukan pada Selasa (16/12/2025) itu, terlihat luka lebam di sekitar leher. Ini mengarah pada indikasi bahwa Faradilah dicekik.

"Informasi awal ada lebam, sehingga dugaan (korban) dicekik)," jelas Jules Abast.

Meski dua pelaku sudah dalam tahanan, penyelidikan masih berjalan. Tim penyidik kini berusaha melengkapi puzzle ini. Mereka mendalami di mana persisnya eksekusi terjadi, apa motif di baliknya, serta bagaimana detail peran masing-masing tersangka. Semua masih digali.

Penetapan Bripka AS sebagai tersangka bukan tanpa alasan. Polisi mengaku telah mengantongi sejumlah barang bukti pendukung. Di antaranya handphone milik korban, mobil yang digunakan pelaku, dan yang tak kalah penting: kesaksian dari enam orang saksi. Semua petunjuk itu mengerucut ke arahnya.

Komentar