Panggilan darurat itu datang di hari yang biasa saja. Seorang dokter Arab Saudi, Saeed Al-Qahtani, diminta segera ke rumah sakit untuk menangani operasi mendesak pada seorang anak. Menit demi menit berlalu, namun dokter yang dinanti tak kunjung muncul di pintu IGD.
Ketika akhirnya dia tiba, sang ayah pasien sudah tak bisa menahan emosi. Wajahnya memerah, suaranya meninggi. "Coba bayangkan kalau ini anakmu yang terbaring di sana," hardiknya, "apakah kamu masih akan semudah ini datang terlambat?"
Dokter Saeed tidak membantah. Tak ada penjelasan panjang lebar. Hanya permintaan maaf yang diucapkan dengan rendah hati, sebelum dia segera berbalik dan masuk ke ruang bedah. Di sana, semua perhatiannya dicurahkan untuk satu tujuan: menyelamatkan nyawa kecil di hadapannya. Dan alhamdulillah, operasi itu berhasil. Anak itu selamat.
Namun begitu, cerita sesungguhnya baru terungkap setelah segalanya usai.
Ternyata, pagi itu, sebelum panggilan darurat berbunyi, Dr. Saeed baru saja menguburkan anak kandungnya sendiri. Dari pemakaman, dengan hati yang masih hancur berkeping, dia langsung bergegas ke rumah sakit. Tangisan untuk anaknya sendiri harus dia tahan, karena ada nyawa anak orang lain yang menggantung di ujung waktu.
Mendengar kenyataan itu, sang ayah pun terdiam seribu bahasa. Kemarahan yang tadi membara seketika padam, berganti dengan rasa sesal yang dalam. Kata-katanya yang kasar tiba-tiba terasa sangat berat di hati.
Dari kisah ini, ada pelajaran besar yang diajarkan Dr. Saeed tanpa satu pun kata menggurui. Tentang bagaimana profesionalisme dan rasa kemanusiaan bisa mengalahkan duka pribadi yang paling dalam. Tentang amanah yang dipegang teguh, meski dunia pribadi sedang runtuh.
Buat kita yang menyaksikan, pesannya jelas: jangan mudah menghakimi. Kita tak pernah benar-benar tahu beban apa yang sedang dipikul orang lain di pundaknya, atau pertempuran seperti apa yang mereka lalui dalam sunyi.
Artikel Terkait
Persiba Balikpapan Selamat dari Degradasi Usai Kalahkan Persekat Tegal 2-1 di Laga Panas Penuh Kontroversi
Persik Kediri Hajar Semen Padang 3-0 di Kandang, Perpanjang Derita Tim Terdegradasi
Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan untuk Bahan Bakar Pesawat
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah