Gelondongan kayu yang membanjiri sungai saat bencana di Sumatera Utara ternyata membawa cerita lain. Kasus pembalakan liar itu kini resmi masuk tahap penyidikan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi, satu pihak sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Namun begitu, yang ditetapkan bukanlah perseorangan. "Satu korporasi lah (ditetapkan tersangka), bukan satu (orang) tersangka," tegas Sigit di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jumat lalu.
Menurutnya, penetapan ini bukan asal tunjuk. Prosesnya sudah melalui pemeriksaan saksi, mengumpulkan bukti, bahkan uji forensik. Polri juga tak bekerja sendirian; mereka menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk mengusut tuntas.
Dan ini mungkin baru permulaan. Sigit menyebut jumlah tersangka masih bisa membengkak. Penyidikan masih terus berjalan, masih ada tim yang turun ke lapangan.
"Kemungkinan akan bertambah," ujarnya. "Anggota terus melakukan pendalaman, dan sekarang juga turun lagi ke beberapa wilayah. Jadi kemungkinan akan bisa bertambah."
Bukan Cuma di Sumut
Di sisi lain, fokus penyelidikan ternyata lebih luas. Sigit memastikan pihaknya tidak akan berhenti pada satu kasus ini saja. Ada pihak-pihak lain yang juga sedang dalam sorotan, bahkan diharapkan segera naik ke tahap penyidikan.
"Yang sudah naik penyidikan, satu," katanya. "Tapi yang lain sedang berprogres. Tentu kita harus hati-hati, jangan sampai keliru. Supaya nanti, ketika sudah dinaikkan prosesnya, semuanya bisa kita tuntaskan."
Wilayah operasinya pun meluas. Menurut Sigit, titik pantauannya tidak hanya di Sumut. "Ada di Aceh, ada juga di Sumbar," tuturnya singkat. Ini sinyal bahwa persoalan ini mungkin lebih rumit dan menjalar dari yang dibayangkan.
Artikel Terkait
PSG ke Final Liga Champions Usai Tumbangkan Bayern, Arsenal Jadi Lawan di Partai Puncak
Presiden Prabowo Titip Pesan ke Jemaah Haji: Semoga Pulang Jadi Haji Mabrur
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI