Aktivitas belajar mengajar? Lumpuh total. Lantai dasar semua gedung tertimbun lumpur tebal dan tentu saja, kayu. Sulit dibayangkan kapan santri-santri bisa kembali mengaji di ruang kelas mereka. Pihak pesantren dan warga sekarang cuma bisa berharap pada bantuan pemerintah. Mereka butuh alat berat untuk membersihkan semua ini, butuh waktu yang tidak sebentar.
Kisah Darul Mukhlisin ini dengan cepat menyebar, menjadi simbol ketangguhan yang nyata. Di satu sisi, ia hancur. Di sisi lain, kehancurannya itu justru menjadi tameng bagi orang lain.
Bahkan peristiwa ini sampai menarik perhatian tokoh nasional.
Ungkapan itu beredar luas, menggambarkan betapa sebuah tempat ibadah dan ilmu telah berubah peran di saat genting. Bencana datang tak terduga, tapi terkadang, pahlawan juga muncul dari tempat yang tak terduga.
Artikel Terkait
Mantan Suami WNA Jadi Tersangka Penemuan Jenazah Cucu Mpok Nori di Cipayung
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut ke Tahanan Rumah
Empat Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, Selamat Berkat Evakuasi Cepat
Harga Emas Mandek, Catat Level Terendah dalam Sepekan