"Itu untuk putu saya," ucap Priadi, wajahnya sedikit cerah. "Ya, merasa puas. Terbantu."
Layanan makan bergizi gratis dari pemerintah kini sampai ke rumahnya. Kedua cucunya, si kakak yang sudah TK dan adiknya yang belum sekolah, mendapat jatah seminggu dua kali lewat RT setempat.
"MBG kan dua kali, Kamis dan Senin. Itu sudah cukup," ujarnya. Porsinya cukup untuk dibagi berdua.
Baginya sendiri, Priadi merasa cukup dengan bantuan tetangga dan hasil memulung yang tak menentu. "Kalau saya cukup saja karena dibantu," katanya. Bantuan itu berupa buah-buahan, kadang kacang, atau salak. "Kalau ada nasi, ya ayam."
Yang terpenting sekarang adalah anak perempuan dan dua cucu yang menjadi tumpuan harapannya. Meski serba kekurangan, rasa syukur tak pernah hilang. Ia hanya berharap satu hal: agar bantuan makan bergizi itu tetap ada, menerangi hari-hari mereka yang serba sulit.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Sebagian Besar Sulawesi Selatan
Tanjung Pallette Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran, Namun Angka Turun Dibanding Tahun Lalu
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Pemerintah Proyeksikan Mudik Lebaran 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Nasional