Hunian Sementara di Agam Dijanjikan Rampung dalam Sebulan

- Kamis, 18 Desember 2025 | 10:50 WIB
Hunian Sementara di Agam Dijanjikan Rampung dalam Sebulan
Berita Terkini

Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai melihat titik terang. Setelah diterjang banjir dan longsor, kini proses pemulihan mulai bergulir dengan janji hunian sementara yang akan segera berdiri.

Presiden Prabowo Subianto datang meninjau langsung ke lokasi bencana, Kamis lalu. Di Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak Palembayan, ia menyampaikan kabar yang cukup melegakan bagi warga yang masih bertahan di tenda-tenda.

“Hari ini, alhamdulillah saya bisa datang ke Kabupaten Agam,” ujar Prabowo.

Ia mengakui situasi memang sudah lebih baik ketimbang hari-hari pertama bencana. Meski begitu, rasa prihatin masih jelas terasa di udara. “Kita semua masih prihatin tapi kita bekerja keras supaya segera memulihkan keadaan,” tambahnya.

Nah, yang jadi perhatian utama adalah soal tempat tinggal. Prabowo terlihat mengecek langsung progres pembangunan huntara atau hunian sementara. Ia bahkan menegaskan, pembangunannya sudah dimulai. Saat berdiri di lokasi, Prabowo langsung menoleh kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang mendampinginya.

“Saya gembira sudah melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun. Bisa selesai?” tanyanya.

“Sebulan, Pak,” jawab Suharyanto singkat.

Dengan target satu bulan itu, harapannya jelas: para pengungsi tak perlu lagi berlindung di bawah terpal tenda. “Hunian sementara sebulan, supaya ibu-ibu bapak-bapak semua sudah tidak perlu tinggal di tenda,” jelas Prabowo.

Tak cuma huntara, rencananya akan ada tahap berikutnya. Prabowo menyebut akan dibangun hunian tetap. Dari desain yang ia lihat, kualitasnya disebut baik dengan luas sekitar 70 meter persegi. “Saya lihat bagus, kualitasnya luasnya cukup besar 70 meter ya, 70 meter persegi,” ucapnya.

Janji itu tentu jadi angin segar. Bencana mungkin datang tiba-tiba, namun proses bangkit kembali perlahan mulai terlihat nyata. Warga Agam kini punya patokan waktu: satu bulan lagi, mereka berharap bisa meninggalkan tenda pengungsian untuk sementara.

Sumber: iNews.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar