Kuasa hukum PT SRM, Muhamad Fajri, sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Kalbar. Ia menyampaikan kekecewaannya.
Di sisi lain, proses hukum mulai bergulir. Para WNA yang diduga terlibat kini sudah diamankan oleh Kantor Imigrasi Ketapang. Mereka menjalani pendataan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan keterlibatan dan motif di balik insiden yang mengkhawatirkan ini.
Saat ini, situasi di lokasi tambang sudah lebih kondusif. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apa sebenarnya yang memicu aksi penyerangan sekelompok orang asing terhadap petugas dan aparat di area terpencil itu?
Artikel Terkait
Tampubolon Turun Langsung, Desak Huntara di Sumut Tak Boleh Tersendat
Di Balik Panasnya Aspal Skanda, Nurlia Berjuang untuk Sekolah Anak-anaknya
Sumbar Pimpin Progres Huntara, Aceh Masih Tertinggal
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata