"Tidak ada hubungan dengan Pak Nadiem. Tidak ada hubungan dengan kebijakan Pak Nadiem sebagai menteri, tidak ada hubungan dengan proses pengadaan di Kementerian Pendidikan," ucap dia.
Namun begitu, dakwaan jaksa sudah terlanjur bergulir. Angka Rp809 miliar itu sendiri muncul dalam sidang dakwaan terhadap Sri Wahyuningsih, mantan Direktur SD, yang digelar hari yang sama. Dua nama lain, Ibrahim Arief dan Mulyatsyah, juga ikut terdakwa.
Jaksa dengan lantang membacakan, "Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp809.596.125.000."
Inti perkara jaksa bukan cuma soal aliran dana, tapi lebih pada dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook dan perangkat CDM selama 2020-2022. Menurut jaksa, pengadaan ini cacat dari hulu. Kajian kebutuhan dianggap tidak berdasarkan identifikasi riil, khususnya untuk daerah 3T yang akses internetnya terbatas. Harga satuan pun disusun tanpa survei atau data pendukung yang kuat.
Akibatnya, kerugian negara disebut mencapai angka fantastis: sekitar Rp2,18 triliun. Rinciannya, ada selisih harga kemahalan Chromebook Rp1,56 triliun lebih, plus pengadaan CDM yang dianggap tak berguna senilai Rp621 miliar.
Dakwaan juga merinci sejumlah pihak lain yang disebut turut diuntungkan, dari pejabat hingga perusahaan vendor. Mulai dari Mulyatsyah yang disebut terima dana dalam dolar dan dolar Singapura, hingga sederet perusahaan teknologi ternama seperti Acer, Lenovo, Dell, dan Advan, yang masing-masing disebut mendapat keuntungan miliaran rupiah.
Atas semua ini, para terdakwa dijerat dengan pasal-pasal korupsi. Sementara di tempat terpisah, tim hukum Nadiem terus membangun benteng pembelaan, berusaha memisahkan antara transaksi korporasi masa lalu dengan dakwaan pengadaan di masa kini. Pertarungan narasi pun dimulai.
Artikel Terkait
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002
Hujan Deras di Jakarta, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan Akibat Genangan
Ribuan Nahdliyin Padati Istora, Rayakan Seabad NU dengan Semangat Merawat Peradaban