Siklus Sempurna Jimmy Hantu: Dari Sisa Makanan Gratis ke Telur dan Pupuk

- Selasa, 16 Desember 2025 | 17:18 WIB
Siklus Sempurna Jimmy Hantu: Dari Sisa Makanan Gratis ke Telur dan Pupuk

“Bicara organik ya pasti jadi pupuk atau pakan. Kok masih ada yang membuang? Itu artinya ada sesuatu yang bermasalah di rumah tangga kita,” katanya lugas.

Lalu bagaimana dengan pemilahan sampah dari sekolah-sekolah penerima MBG? Jimmy menyebut, pemilahan bisa dilakukan di sekolah maupun di tempatnya.

“Kadang sekolah yang memilah. ‘Ini kulit jeruk, ini botol bekas susu,’ dipisah-pisah. Tapi kalau pun tidak, bagi kami tidak masalah. Soalnya kami punya tim khusus yang akan memilah lagi,” tuturnya.

Proses pemilahan di SPPG didukung oleh tenaga kerja yang cukup banyak. “Satu dapur saja ada 47 karyawan. Lumayan banyak kan,” ucap Jimmy.

Lebih jauh, ia menilai sistem zero waste ini punya dampak ekonomi yang nyata. Ia menyebutnya sebagai penguatan ekonomi sirkular.

“Kalau ditanya keuntungan, ya mungkin 1000% lah,” ungkapnya setengah bergurau. “Saya punya ikan banyak, tidak perlu beli pakan. Punya kalkun dan entok juga sama. Telurnya melimpah, ya sangat untung.”

Di sisi lain, dampak sosialnya juga dirasakan warga sekitar. “Lingkungan senang banget. Udara jadi lebih bagus, jelas. Plus, 98% karyawan di sini adalah warga sekitar,” jelas Jimmy.

Tak hanya itu, SPPG Mutiara Keraton Solo juga aktif menggandeng mitra peternak lokal. Mereka diajari budidaya, misalnya ternak lele.

“Kita ajarin cara ternak lele, bikin hatcher-nya, sampai buat pakannya. Setelah bisa, lele yang mereka hasilkan saya ambil untuk program MBG,” papar Jimmy.

Dengan cara-cara seperti inilah, SPPG ini memastikan setiap sisa MBG tidak sia-sia. Semua kembali masuk ke dalam siklus pangan dan lingkungan sebuah upaya sederhana yang dampaknya nyata untuk keberlanjutan.


Halaman:

Komentar