“Kadang teman-teman sehabis pulang mengaji mampir ke sini, walau sebentar,” katanya.
Saat itulah rumahnya yang biasanya hening, menjadi sedikit lebih ramai dan hangat.
Rumah di Atas Rawa Kerap Banjir
Selain kesendirian, ada satu lagi kekhawatiran yang terus menghantui: banjir. Lokasi rumahnya di atas rawa membuatnya waspada setiap kali langit mendung. Hujan deras berarti air akan naik, menggenangi lantai kayu rumahnya.
Bahkan di malam hari, Fitri kerap terbangun. Ia harus memastikan barang-barangnya aman dari genangan yang merayap masuk.
“Karena kasurnya kecil dan tidak berat, biasanya saya angkat kalau air naik,” ujarnya, menggambarkan kewaspadaan sehari-harinya.
Di tengah semua keterbatasan itu, semangat Fitri tak pernah padam. Ia menjalani hidup dengan tabah. Baginya, hidup harus terus berjalan. Di depan sana, ada masa depan yang lebih cerah menunggu untuk diraih. Itulah harapan yang membuatnya tetap tegar.
Artikel Terkait
Utusan AS dan Rusia Gelar Pembicaraan Rahasia di Florida, Bahas Jalan Damai Ukraina
Balita 4 Tahun di Cilacap Tewas Dibunuh dan Dilecehkan oleh Tetangga Sendiri
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL