“Kadang teman-teman sehabis pulang mengaji mampir ke sini, walau sebentar,” katanya.
Saat itulah rumahnya yang biasanya hening, menjadi sedikit lebih ramai dan hangat.
Rumah di Atas Rawa Kerap Banjir
Selain kesendirian, ada satu lagi kekhawatiran yang terus menghantui: banjir. Lokasi rumahnya di atas rawa membuatnya waspada setiap kali langit mendung. Hujan deras berarti air akan naik, menggenangi lantai kayu rumahnya.
Bahkan di malam hari, Fitri kerap terbangun. Ia harus memastikan barang-barangnya aman dari genangan yang merayap masuk.
“Karena kasurnya kecil dan tidak berat, biasanya saya angkat kalau air naik,” ujarnya, menggambarkan kewaspadaan sehari-harinya.
Di tengah semua keterbatasan itu, semangat Fitri tak pernah padam. Ia menjalani hidup dengan tabah. Baginya, hidup harus terus berjalan. Di depan sana, ada masa depan yang lebih cerah menunggu untuk diraih. Itulah harapan yang membuatnya tetap tegar.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Cuaca Makassar Berawan Sepanjang Hari Rabu
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian