Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap sebuah tawaran menarik. Rupanya, ada perusahaan garmen yang bersedia membantu korban bencana di Sumatera dengan menyumbangkan pakaian.
Perusahaan itu berlokasi di kawasan ekonomi kreatif. Menurut Tito, mereka punya banyak stok barang yang ternyata tak layak untuk diekspor. "Nah itu dari 2 perusahaan yang menghubungi kami sudah ada yang menyiapkan 100.000 pieces yang kedua 25 ribu pieces," jelasnya di hadapan para menteri.
Namun begitu, ada kendala birokrasi yang menghalangi. Barang-barang bantuan itu tak bisa serta merta dikeluarkan begitu saja. Perlu ada izin dari Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan terlebih dahulu.
Karena itulah, Tito meminta agar aturan-aturan tersebut bisa direlaksasi. Situasinya mendesak, korban bencana tak bisa menunggu lama. "Kalau kami sarankan ini ada undang-undangnya, Pak, ada pasalnya, dalam rangka kepentingan bencana, digunakan Pak. Jadi, asal ada surat permintaan resmi dari instansi," ujarnya, mengajukan solusi.
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai