Skrining DIY Ungkap Potensi Depresi dan Kecemasan pada Ribuan Warga

- Senin, 15 Desember 2025 | 18:30 WIB
Skrining DIY Ungkap Potensi Depresi dan Kecemasan pada Ribuan Warga

Namun begitu, jalan untuk menangani ini nggak selalu mulus. Stigma di masyarakat masih jadi kendala besar. Dalam banyak kasus, keluarga justru memilih menyembunyikan anggota yang punya masalah kejiwaan, alih-alih mencari pertolongan.

Di sisi lain, Dinkes DIY memastikan fasilitas kesehatan mereka siap menangani. Bagi warga yang berani datang dan terdeteksi berpotensi, penanganan yang komprehensif akan diberikan.

"Orang yang kemudian dengan potensi gangguan jiwa sudah datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, itu yang kemudian kami tangani secara paripurna," tegas Anung.

Perlu diingat, depresi dan kecemasan bukanlah satu-satunya biang kerok. Anung menegaskan, gangguan berat seperti skizofrenia punya banyak faktor risiko yang saling terkait. Depresi dan kecemasan cuma salah satunya.

Faktor risiko itu bisa datang dari mana saja. Kondisi ekonomi yang sulit, tingkat pendidikan, sampai lingkungan pergaulan semuanya bisa berkontribusi. Pemerintah sendiri sedang memetakan semua risiko ini untuk cari bentuk intervensi yang paling tepat.

"Ada faktor risiko ekonomi bisa jadi, faktor risiko pendidikan bisa jadi, faktor risiko pergaulan bisa jadi," papar Anung. "Jadi faktor risikonya banyak."

Skrining kesehatan jiwa dalam program CKG sendiri difokuskan pada kelompok usia di atas 15 tahun. Kenapa? Di rentang usia itulah seseorang dianggap mulai menghadapi beragam tekanan sosial dan lingkungan yang nyata. Tekanan yang, jika tak dikelola, bisa membawa konsekuensi serius.


Halaman:

Komentar