Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025 memberi sedikit napas, meski tak sepenuhnya menghentikan pertumpahan darah. Dalam masa yang seharusnya tenang itu, masih tercatat 386 orang tewas dan lebih dari seribu lainnya terluka.
Secara keseluruhan, korban luka sejak awal semua ini dimulai telah menyentuh 171.095 jiwa. Setiap angka di baliknya adalah seorang manusia dengan cerita dan mimpi yang terenggut.
Di balik riasan cerah itu, ada kesedihan yang tak terperi. Tapi Ahmed memilih untuk tidak tenggelam. Ia memilih untuk membuat anak-anak lain, yang nasibnya mungkin serupa, bisa tertawa sebentar. Melupakan sejenak. Itu adalah bentuk perlawanannya. Bentuk kemanusiaan yang paling sederhana, dan mungkin justru yang paling perkasa.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran
Maling Motor di Karawang Babak Belur Dihajar Massa, Senjata Api Rakitan Disita Polisi