Menurut Rohman, salah seorang warga berusia 38 tahun, hasil bumi itu kini mulai dinikmati sendiri.
Di sisi lain, mimpi mereka sebenarnya lebih besar. Kelompok tani ini punya harapan yang sederhana namun penuh arti: mereka ingin pemerintah melihat jerih payah mereka. Bukan sekadar perhatian simbolis, tapi pengakuan bahwa usaha kecil ini punya nilai.
Yang paling mereka idamkan? Agar hasil panen kebun mereka bisa menembus pasar-pasar tradisional di Jakarta. Bayangkan, jagung dan terong segar dari Kampung Bayam tersaji di meja makan keluarga ibu kota. Itu impian yang mereka rawat setiap hari, sambil menyiangi gulma dan menyirami tanaman di antara bayang-bayang stadion megah.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions