Israel Klaim Tewaskan Otak Serangan Iran dalam Serangan Udara ke Lebanon

- Jumat, 26 Desember 2025 | 05:42 WIB
Israel Klaim Tewaskan Otak Serangan Iran dalam Serangan Udara ke Lebanon

Suara ledakan kembali mengguncang Lebanon pada Kamis lalu. Menurut militer Israel, serangan udara yang mereka lancarkan berhasil menewaskan seorang anggota pasukan Quds Iran. Korban dituding sebagai otak di balik rencana serangan terhadap Israel.

Identitasnya disebut sebagai Hussein Mahmud Marshad al-Jawhari. Lewat sebuah pernyataan, militer Israel mendeskripsikannya sebagai "teroris kunci" di unit operasional Pasukan Quds, yang merupakan cabang khusus Korps Garda Revolusi Iran.

"Hussein terlibat dalam kegiatan teror, yang diarahkan oleh Iran, terhadap negara Israel dan pasukan keamanannya dari Lebanon dan Suriah,"

Begitu bunyi keterangan resmi mereka, seperti dilansir kantor berita AFP.

Sejauh ini, Iran memang dikenal sebagai pendukung utama sejumlah kelompok militan di kawasan. Dukungan itu membentuk apa yang sering disebut sebagai poros perlawanan, dengan Hizbullah di Lebanon sebagai salah satu ujung tombaknya. Kelompok inilah yang sudah lama berhadapan langsung dengan Israel.

Di sisi lain, otoritas Lebanon punya versi sendiri soal dampak serangan itu. Menurut keterangan kementerian kesehatan setempat, serangan Israel di wilayah Hawsh al-Sayyed Ali menewaskan dua orang. Lokasinya di distrik Hermel, daerah timur laut yang berbatasan dengan Suriah.

Bukan cuma di sana. Laporan terpisah menyebutkan satu orang lagi tewas akibat serangan di Majdal Selm, kota yang terletak di bagian selatan Lebanon.

Soal korban di Majdal Selm ini, Israel punya klaim tegas. Mereka menyatakan orang yang tewas di sana adalah anggota Hizbullah. Serangkaian serangan ini, singkatnya, memperpanjang daftar ketegangan yang sepertinya tak kunjung reda di perbatasan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar