Bantuan untuk para pedagang korban kerusuhan di Kalibata masih digodok. Ruko-ruko mereka habis dilalap api oleh sekelompok orang yang disebut-sebut sebagai 'Matel'. Kabar ini datang dari Djaharudin, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan. Namun begitu, ada satu poin yang ia tekankan: para pedagang itu bukan binaan langsung dinasnya.
“Saya kan mewakili dinas, Dinas PPKUKM. Untuk perintah atau arahan lanjut soal bentuk dukungan Pemprov buat mereka, belum ada,” ujar Djaharudin saat dihubungi Minggu lalu.
“Alasannya sederhana, para pedagang yang ada di situ bukan binaan kami. Bukan binaan langsung.”
Ia lalu merinci penjelasannya. Informasi yang ia dapat dari Satpel PPKUKM Kecamatan Pancoran menyebutkan, para pedagang di sekitar TMP Kalibata itu sebenarnya dibina oleh wilayah setempat. Lingkungan dan pengelola taman makam pahlawan itu sendiri, lewat koordinasi RT dan RW.
“Jadi, bukan binaan PPKUKM. Ini mungkin jadi kendala kami, tapi nanti semua kembali ke kebijakan pimpinan,” katanya.
Di sisi lain, sampai saat ini pihak Sudin PPKUKM Jakarta Selatan juga belum mendapat kontak langsung dari para korban. “Kami di Sudin sendiri belum dihubungi oleh para pedagang,” tuturnya. Intinya tetap sama: mereka bukan bagian dari lokasi binaan dinasnya.
Artikel Terkait
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali
Dua Pemudik Motor Terluka dalam Kecelakaan di Jalur Padat Cirebon