Nasib Pedagang Kalibata Terbakar Matel Masih Terkatung di Meja Birokrasi

- Minggu, 14 Desember 2025 | 11:54 WIB
Nasib Pedagang Kalibata Terbakar Matel Masih Terkatung di Meja Birokrasi

Bantuan untuk para pedagang korban kerusuhan di Kalibata masih digodok. Ruko-ruko mereka habis dilalap api oleh sekelompok orang yang disebut-sebut sebagai 'Matel'. Kabar ini datang dari Djaharudin, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan. Namun begitu, ada satu poin yang ia tekankan: para pedagang itu bukan binaan langsung dinasnya.

“Saya kan mewakili dinas, Dinas PPKUKM. Untuk perintah atau arahan lanjut soal bentuk dukungan Pemprov buat mereka, belum ada,” ujar Djaharudin saat dihubungi Minggu lalu.

“Alasannya sederhana, para pedagang yang ada di situ bukan binaan kami. Bukan binaan langsung.”

Ia lalu merinci penjelasannya. Informasi yang ia dapat dari Satpel PPKUKM Kecamatan Pancoran menyebutkan, para pedagang di sekitar TMP Kalibata itu sebenarnya dibina oleh wilayah setempat. Lingkungan dan pengelola taman makam pahlawan itu sendiri, lewat koordinasi RT dan RW.

“Jadi, bukan binaan PPKUKM. Ini mungkin jadi kendala kami, tapi nanti semua kembali ke kebijakan pimpinan,” katanya.

Di sisi lain, sampai saat ini pihak Sudin PPKUKM Jakarta Selatan juga belum mendapat kontak langsung dari para korban. “Kami di Sudin sendiri belum dihubungi oleh para pedagang,” tuturnya. Intinya tetap sama: mereka bukan bagian dari lokasi binaan dinasnya.

Padahal, nasib para pedagang itu cukup memprihatinkan. Mereka sudah berjualan di lokasi tersebut lebih dari lima tahun. Bangunan yang ludes terbakar bukan cuma lapak tenda, tapi juga kios permanen. Ada penjual Nasi Padang, Pecel Pincuk, sampai Ayam Bakar dan Rica-rica. Untuk pedagang dengan tenda, tercatat ada tiga pedagang durian, sop tiga saudara, plus dua pedagang kuliner lainnya.

Kerugiannya tidak main-main. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, estimasi sementara kerugian material dari kerusuhan Kamis malam itu menembus angka Rp 1,2 miliar. Nilai itu mencakup kerusakan warung, sepeda motor, mobil, dan kaca-kaca bangunan warga.

“Tapi angka ini belum final,” ucap Budi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (13/12).

Penyidikan lengkap, menurutnya, belum bisa dilakukan maksimal. Kondisi warga yang masih trauma pasca-kerusuhan menjadi kendala. Polisi masih menunggu laporan resmi.

“Kalau laporan polisi sudah masuk, penyidik pasti akan turun dan melakukan proses upaya paksa terhadap pelaku-pelaku pembakaran tersebut,” tegas Budi.

Sementara itu, di meja dinas, pembahasan tentang bentuk bantuan masih berlangsung. Nasib puluhan pedagang itu, untuk saat ini, seolah menggantung di antara prosedur birokrasi dan kepastian hukum.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler