Namun begitu, ia tak ingin masyarakat resah berlebihan. Menurutnya, kenaikan ini kemungkinan hanya sementara. Faktor cuaca ekstrem dan gangguan panen akibat banjir disebutnya sebagai penyebab utama. Ia yakin, kalau distribusi lancar dan cuaca membaik, harga-harga bisa dikendalikan lagi.
Kunjungan ini sendiri adalah bagian dari agenda pemantauan Pemprov Kalbar untuk menjaga stabilitas harga pangan selama masa Nataru. Tapi yang menarik, justru di akhir kunjunganlah pesan humanisnya tersampaikan kuat. Bukan melalui pidato, melainkan lewat secangkir minuman hangat dan obrolan santai di tengah pasar.
Di sisi lain, gambaran ini memperlihatkan sisi lain seorang pemimpin. Di balik kesibukan dan tanggung jawabnya, Ria Norsan menunjukkan bahwa mendengar langsung keluh kesah warga dengan cara yang paling sederhana sekalipun tetap menjadi prioritas. Sebuah komitmen yang ia tegaskan dengan cara yang jauh dari kesan robotis.
Artikel Terkait
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali
Dua Pemudik Motor Terluka dalam Kecelakaan di Jalur Padat Cirebon