Namun begitu, kunjungan itu rupanya memantik harapan yang lebih konkret untuk Yogyakarta. Eko merasa DIY, dengan segudang peran sejarahnya, perlu terinspirasi.
“Harapan saya, Pemda DIY terinspirasi Museum Asia Afrika ini. Pentingnya segera cepat membangun monumen perjuangan hadirkan museum kejuangan, Yogyakarta punya peran sejarah, ada peristiwa pindah ibukota dari Jakarta ke Jogja. Banyak peristiwa kejuangan yang hebat di Jogja. Kita harap Pemda lekas susun naskah akademik dan membangun museum. Ini akan terus kita suarakan untuk anak cucu kita di masa yang akan datang,”
tegasnya.
Pesan itu jelas. Ada urgensi di sana. Yogyakarta, kota yang pernah menjadi ibu kota republik, menyimpan banyak cerita heroik yang sayang jika hanya mengendap dalam buku. Ia butuh sebuah ruang fisik sebuah museum kejuangan agar narasi perjuangan itu bisa diakses, dirasakan, dan menjadi pembelajaran nyata bagi siapa saja, sekarang dan nanti.
Artikel Terkait
Sorotan Publik: Kondisi Fisik Jokowi Diperbincangkan Usai Penampilan Terbaru
Karung Misterius di Pekarangan Cilacap Berisi Jasad Balita
Gelombang Protes di USU: Rektor Diduga Masuk Lingkaran Korupsi Proyek Jalan
Mayat di Gumuk Pasir Parangtritis Teridentifikasi, Dua Tersangka Diringkus Polisi