"Ada beberapa luka di tubuh korban," kata Ramon. Namun begitu, luka-luka itu diduga kuat bukan berasal dari kekerasan orang lain. "Lebih mirip bekas terbentur batu dan dasar selokan yang kasar saat terjatuh," tambahnya.
Analisis medis sementara memperkirakan Sakiman telah wafat antara 3 hingga 8 jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara, ia terpeleset dan jatuh saat berjalan sendirian di area itu.
Ramon juga mengungkap keterangan dari keluarga. Sakiman ternyata punya kebiasaan rutin keluar malam untuk menengok kolamnya.
"Kolamnya itu jaraknya kira-kira 150 meter dari rumah. Malam itu cuaca gerimis. Jalannya licin dan gelap," jelasnya, menggambarkan kondisi yang kurang bersahabat.
Keluarga, kata Ramon, telah menerima musibah ini dengan lapang. Mereka memilih untuk tidak melakukan autopsi lebih lanjut.
"Jasad almarhum sudah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman," pungkas Ramon menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali