Di Islamabad, Presiden Prabowo Subianto duduk bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pertemuan bilateral itu, seperti dilaporkan Kemlu Rabu lalu, kembali mengangkat satu isu yang selalu hangat: dukungan bagi Palestina. Kedua pemimpin secara tegas menyuarakan kembali komitmen mereka pada two state solution sebagai jalan keluar dari penjajahan Israel.
"Para pemimpin menegaskan kembali dukungan jangka panjang mereka untuk perdamaian yang adil, komprehensif, dan abadi melalui implementasi Solusi Dua Negara," begitu bunyi keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri.
Bagi Indonesia dan Pakistan, solusi dua negara bukan sekadar wacana. Mereka melihatnya sebagai opsi paling realistis satu-satunya jalan menuju kemerdekaan penuh bagi Palestina. Namun begitu, pembicaraan mereka tak hanya berhenti di situ.
Rencana Perdamaian Gaza juga mendapat sambutan hangat. Keduanya sepakat, kolaborasi diplomatik harus terus digenjot untuk benar-benar menghentikan kekerasan di tanah Gaza yang sudah terlalu lama menderita.
"Kedua belah pihak menyambut baik Rencana Perdamaian Gaza dan menghargai kerja sama serta upaya diplomatik mereka yang berkelanjutan dalam mendukung perdamaian di Gaza," sambung pernyataan itu.
Artikel Terkait
Tabung Gas Meledak di Palembang, Dua Ibu Tewas Saat Siapkan Hidangan Ramadhan
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Jebakan atau Pengkhianatan Konstitusi?
Prabowo Diam, Polri Tetap di Bawah Presiden: Strategi atau Keengganan Reformasi?
Karpet Merah dan Kitab Kuning: Nurul Majalis, Ruang Bersama Anak Muda Merawat Ilmu