Prabowo dan PM Pakistan Serukan Solusi Dua Negara untuk Palestina

- Rabu, 10 Desember 2025 | 09:48 WIB
Prabowo dan PM Pakistan Serukan Solusi Dua Negara untuk Palestina

Di Islamabad, Presiden Prabowo Subianto duduk bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pertemuan bilateral itu, seperti dilaporkan Kemlu Rabu lalu, kembali mengangkat satu isu yang selalu hangat: dukungan bagi Palestina. Kedua pemimpin secara tegas menyuarakan kembali komitmen mereka pada two state solution sebagai jalan keluar dari penjajahan Israel.

"Para pemimpin menegaskan kembali dukungan jangka panjang mereka untuk perdamaian yang adil, komprehensif, dan abadi melalui implementasi Solusi Dua Negara," begitu bunyi keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri.

Bagi Indonesia dan Pakistan, solusi dua negara bukan sekadar wacana. Mereka melihatnya sebagai opsi paling realistis satu-satunya jalan menuju kemerdekaan penuh bagi Palestina. Namun begitu, pembicaraan mereka tak hanya berhenti di situ.

Rencana Perdamaian Gaza juga mendapat sambutan hangat. Keduanya sepakat, kolaborasi diplomatik harus terus digenjot untuk benar-benar menghentikan kekerasan di tanah Gaza yang sudah terlalu lama menderita.

"Kedua belah pihak menyambut baik Rencana Perdamaian Gaza dan menghargai kerja sama serta upaya diplomatik mereka yang berkelanjutan dalam mendukung perdamaian di Gaza," sambung pernyataan itu.

Di sisi lain, pertemuan ini juga membahas hal-hal yang lebih luas. Pakistan, misalnya, secara jelas menyatakan komitmennya untuk lebih merapat ke kawasan Asia Tenggara.

"Pakistan menegaskan kembali komitmennya untuk memperdalam keterlibatan dengan ASEAN," tulis Kemlu.

Kerja sama yang sudah terjalin pun tak luput dari catatan. Dari PBB, OKI, sampai forum D-8, hubungan kedua negara dinilai sangat solid dan aktif. Sebuah kemitraan yang, bagi mereka, patut disyukuri.

"Kedua pemimpin negara mencatat dengan rasa puas kerja sama aktif dalam kerangka organisasi internasional," tutup keterangan tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar