Fachmy bahkan mendesak Presiden untuk turun tangan. Evaluasi kinerja BNPB, kata dia, mutlak diperlukan. Bahkan, pergantian pimpinan pun harus dipertimbangkan jika situasinya memang sudah tidak bisa dibiarkan.
Mengapa Kritik Menguat
Semuanya berawal dari pernyataan "tidak separah di medsos" itu. Ucapan itu langsung memantik gelombang protes dari berbagai lapisan. Mulai dari anggota DPR, akademisi, hingga tentu saja, masyarakat yang langsung merasakan dampak bencana. Mereka merasa direndahkan, diabaikan.
Kemudian, video di mal itu muncul. Bagi banyak orang, dua hal ini saling berkait. Bukan cuma omongannya yang bermasalah, tindakannya pun dianggap tidak mencerminkan kesungguhan. Kombinasi yang berbahaya untuk kepercayaan publik di tengah situasi genting.
Jadi, yang terjadi sekarang bukan hanya soal seorang pejabat yang terlihat di mall. Ini tentang persepsi ketidakpedulian, tentang jarak yang menganga antara pengambil kebijakan dan rakyat yang sedang menderita. Dan itu, dalam situasi apa pun, adalah resep yang sempurna untuk memicu kemarahan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral