Fachmy bahkan mendesak Presiden untuk turun tangan. Evaluasi kinerja BNPB, kata dia, mutlak diperlukan. Bahkan, pergantian pimpinan pun harus dipertimbangkan jika situasinya memang sudah tidak bisa dibiarkan.
Mengapa Kritik Menguat
Semuanya berawal dari pernyataan "tidak separah di medsos" itu. Ucapan itu langsung memantik gelombang protes dari berbagai lapisan. Mulai dari anggota DPR, akademisi, hingga tentu saja, masyarakat yang langsung merasakan dampak bencana. Mereka merasa direndahkan, diabaikan.
Kemudian, video di mal itu muncul. Bagi banyak orang, dua hal ini saling berkait. Bukan cuma omongannya yang bermasalah, tindakannya pun dianggap tidak mencerminkan kesungguhan. Kombinasi yang berbahaya untuk kepercayaan publik di tengah situasi genting.
Jadi, yang terjadi sekarang bukan hanya soal seorang pejabat yang terlihat di mall. Ini tentang persepsi ketidakpedulian, tentang jarak yang menganga antara pengambil kebijakan dan rakyat yang sedang menderita. Dan itu, dalam situasi apa pun, adalah resep yang sempurna untuk memicu kemarahan.
Artikel Terkait
Damkar Parepare Bebaskan Jari Terjepit Cincin dengan Gerinda Mini
Sekretariat Kabinet Terangi Malam, Bahas Pemulihan Aceh Bersama Gubernur
SPPG Kudus Terancam Sanksi Berat Usai Insiden Keracunan Siswa
PAN Usulkan Penghapusan Ambang Batas, Suara Belasan Juta Pemilih Tak Boleh Lagi Menguap