Namun begitu, di tengah kepiluan ini, ada secercah harapan. Bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun dari kelompok masyarakat dan swasta, terus berdatangan. Meski lambat, upaya pemulihan perlahan mulai terlihat.
Bagi warga yang sudah lama tinggal di sini, bencana ini meninggalkan kesan yang sangat dalam. Seperti yang diungkapkan Rahman, seorang warga setempat.
"Ini yang terparah sejak enam belas tahun lalu," katanya, sambil matanya memandang jauh ke arah bukit. "Lumpur dari gunung kebawa turun ke bawah semua. Habis semuanya."
Ucapannya singkat, tapi menggambarkan betapa dahsyatnya amukan alam yang mereka alami. Aceh Tamiang masih panjang jalan menuju normal. Butuh waktu, dan yang lebih penting, bantuan yang tak hanya datang sekali, tapi terus berkelanjutan.
Artikel Terkait
Jalan Kabupaten Lumpuh, Belasan Motor Mogok Diterjang Banjir di Indramayu
Chiki Fawzi Dapat Closure dari Kemenhaj, Ini Alasan Pencopotannya
Polri Serap Aspirasi Publik untuk Transformasi Layanan
Malam Larut di Bandung, dan Kenangan yang Tak Kunjung Pergi