Di kolom komentar Instagram, seorang pengguna menulis, "Bang tolong datangi anggota DPR yang ngatain ada."
Ferry hanya balas singkat, "Gpp dia bener kok. udah santai saja." Jawaban yang bikin banyak orang mengernyitkan dahi. Bukannya marah, malah mengiyankan.
Bahkan, di Instastory-nya, Ferry justru merasa donasi yang berhasil dikumpulkannya itu masih kurang. Dia menulis, "Gue malah ngerasa kurang euy (Rp10 miliar), beneran. I wish i can do more." Diikuti dengan permintaan maaf kepada para korban.
Soal anggaran triliunan dari pemerintah yang disebut Endipat, Ferry malah menyambut positif. "Syukurlah karena Aceh emang butuh percepatan," ujarnya. Mantan ASN Kemenkeu ini justru mengakui peran pemerintah dalam kesuksesan penyaluran bantuannya.
Dalam sebuah video, Ferry menjelaskan bahwa semua berjalan lancar berkat kolaborasi. "Semua hal baik yang kalian lihat, semua hal positif itu tidak lepas dari kolaborasi semua pihak," katanya.
Dia secara spesifik menyebut peran vital TNI dan Polri. Menurut Ferry, tanpa bantuan mereka, mustahil logistik seberat 5 ton lebih bisa sampai ke daerah terpencil dan terisolir seperti Gayo atau Takengon.
"Gua nggak berusaha menutup-nutupi (peran pemerintah), nggak gua lebihin, nggak gua kurangin... Mereka deserve untuk insentif lebih dan perlindungan sosial."
Jadi, alih-alih berdebat, Ferry memilih jalan damai. Dia mengakui kerja keras pemerintah sambil tetap berkomitmen membantu sesuai kapasitasnya. Respons yang cukup matang, menghadapi situasi yang sebenarnya bisa memantik perang opini.
Kini, bola ada di pihak publik. Mana yang lebih dihargai: aksi nyata yang cepat tapi dianggap 'sok paling kerja', atau narasi resmi yang menegaskan kehadiran negara? Atau mungkin, keduanya sama-sama dibutuhkan di tengah bencana?
Artikel Terkait
Kemenkes Angkat Bicara Soal Tren Gas Tertawa: Bisa Berujung Maut
Kemenkes Buka Suara soal Nitrous Oxide Usai Kasus Lula Lahfah
Tiga Golongan yang Dijanjikan Perlindungan Saat Kekacauan Hari Kiamat
Di Balik Dingin yang Menusuk, Atlet Muda Kiev Tetap Melangkah di Aula Senam