Sri Sultan Minta Kampus Yogya Data Mahasiswa Korban Bencana Sumatera

- Selasa, 09 Desember 2025 | 10:30 WIB
Sri Sultan Minta Kampus Yogya Data Mahasiswa Korban Bencana Sumatera

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, punya permintaan khusus buat kampus-kampus di Yogyakarta. Ia meminta mereka mendata mahasiswa yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tujuannya jelas: mencari tahu siapa saja yang keluarganya terkena musibah banjir dan tanah longsor di daerah asal mereka.

Nah, kalau data itu sudah terkumpul, Pemda DIY siap mengulurkan tangan. Bantuan akan diberikan kepada para mahasiswa yang terdampak itu.

"Kami sudah kontak kampus-kampus di Yogyakarta," ujar Sri Sultan di Kepatihan, Selasa lalu.

"Sekiranya ada keluarga yang di Sumatera ini punya anak yang jadi mahasiswa di Yogya, saya mohon untuk bisa kami mendapatkan nama-nama itu."

Menurut Sultan, ini sudah jadi tradisi. Setiap ada bencana di daerah lain, Pemda DIY merasa perlu membantu mahasiswa perantauan yang orang tuanya kena imbas. "Selama ini sudah selalu kita lakukan," katanya mantap.

Ia lalu mengenang. "Pada waktu gempa di Aceh, di Sumatera Barat, kita melakukan hal yang sama. Semoga harapan saya nggak ada (yang terdampak)."

"Tapi kalau ada, kami akan membantu. Kemungkinan orang tuanya sudah tidak mampu lagi mengirim kiriman untuk mereka belajar," tambahnya.

Lalu, bantuannya seperti apa? Rencananya, bentuknya adalah keringanan biaya kuliah. Tidak cuma itu.

"Kita ringankan biaya belajar, biaya kuliah. Dan yang kedua untuk living cost. Biasanya 8 bulan. Tapi kalau masih punya problem ya (dilanjutkan)," beber Sultan.

Ia punya contoh nyata. "Seperti Aceh (saat ada bencana) dan sebagainya kan ada 340 [mahasiswa] kita bantu. Yang lain juga begitu. Di NTB maupun juga yang terakhir di Poso sama juga. Semua sama. Dari dulu memang itu yang kita lakukan," pungkasnya.

Memang, musibah di tiga provinsi Sumatera itu terbilang parah. Banjir, banjir bandang, dan longsor menerjang di minggu keempat November silam. Korban jiwa pun tak sedikit: hingga kini 962 orang meninggal dan 291 lainnya masih dinyatakan hilang.

Banyak yang menyoroti rusaknya lingkungan sebagai pemicu utama. Tapi, cuaca ekstrem akibat badai Senyar yang dahsyat juga disebut-sebut punya andil besar dalam tragedi ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler