"Tapi kalau ada, kami akan membantu. Kemungkinan orang tuanya sudah tidak mampu lagi mengirim kiriman untuk mereka belajar," tambahnya.
Lalu, bantuannya seperti apa? Rencananya, bentuknya adalah keringanan biaya kuliah. Tidak cuma itu.
"Kita ringankan biaya belajar, biaya kuliah. Dan yang kedua untuk living cost. Biasanya 8 bulan. Tapi kalau masih punya problem ya (dilanjutkan)," beber Sultan.
Ia punya contoh nyata. "Seperti Aceh (saat ada bencana) dan sebagainya kan ada 340 [mahasiswa] kita bantu. Yang lain juga begitu. Di NTB maupun juga yang terakhir di Poso sama juga. Semua sama. Dari dulu memang itu yang kita lakukan," pungkasnya.
Memang, musibah di tiga provinsi Sumatera itu terbilang parah. Banjir, banjir bandang, dan longsor menerjang di minggu keempat November silam. Korban jiwa pun tak sedikit: hingga kini 962 orang meninggal dan 291 lainnya masih dinyatakan hilang.
Banyak yang menyoroti rusaknya lingkungan sebagai pemicu utama. Tapi, cuaca ekstrem akibat badai Senyar yang dahsyat juga disebut-sebut punya andil besar dalam tragedi ini.
Artikel Terkait
UpScrolled Meledak, Jadi Tempat Bebas Bicara Saat TikTok Dituding Sensor
Damaskus Ambil Alih: Pasukan Kurdi Sepakat Bergabung dengan Pemerintah Suriah
Puncak Satu Abad NU: Presiden Prabowo Hadiri Silaturahmi Akbar 10.000 Kader di Senayan
Sergap Rotasi, Polri Geser Delapan Jenderal di Posisi Strategis